Sekolah di Sikka Mulai KBM Pascagempa, Polisi Beri Program Trauma Healing

2 September 2026 14:54

Proses pemulihan aktivitas warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascabencana gempa bumi terus menunjukkan tren positif. Selain dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar (KBM), pihak kepolisian turut memberikan pendampingan psikologis melalui program trauma healing bagi para siswa dan guru.

Salah satu sekolah yang menjadi sasaran adalah MTSS Muhammadiyah Wuring. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polda Nusa Tenggara Timur berkolaborasi dengan Polres Kabupaten Sikka sebagai bagian dari upaya pemulihan psikis warga sekolah agar dapat kembali beraktivitas dengan tenang.

Metode USEFT untuk Pelepasan Emosi Negatif

Kasubbagpsipol Bag Psi Biro SDM Polda NTT, Kompol Prasetyo Laksono, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan terapi khusus yang disebut USEFT (Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique). Terapi ini menyasar titik-titik saraf tertentu pada tubuh untuk membantu melepaskan beban emosional.

“Pagi ini kami melaksanakan terapi USEFT. Tujuannya agar mereka bisa melakukan katarsis emosional, melepaskan rasa takut, gelisah, cemas, dan segala perasaan negatif yang dialami selama masa gempa kemarin,” kata Kompol Prasetyo dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu 2 September 2026.

Dalam terapi tersebut, para siswa diajarkan teknik tapping atau ketukan ringan pada 17 titik bagian tubuh, mulai dari bahu, tulang selangka, hingga dahi. Teknik ini diharapkan dapat dipraktikkan secara mandiri oleh siswa saat mereka merasa cemas di rumah.

Siswa Antusias Kembali ke Sekolah

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 340 siswa laki-laki dan perempuan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Salah seorang siswi mengaku program ini sangat membantunya merasa lebih tenang setelah sempat trauma karena harus lari menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

“Sekarang sudah lumayan lega, traumanya sedikit berkurang. Kangen sekali sekolah karena belajar di rumah tidak enak, tidak bisa ketemu teman-teman,” ungkap siswi MTSS Muhammadiyah Wuring.

KBM Bertahap dan Rencana Terapi Lanjutan

KBM tatap muka di wilayah Maumere sendiri sebenarnya telah dimulai secara bertahap sejak 1 September 2026. Namun, untuk menjaga kondisi psikis siswa, pihak sekolah sementara waktu hanya memberikan satu mata pelajaran per hari.

Polda NTT berkomitmen untuk melanjutkan program trauma healing ini ke berbagai sekolah lain di NTT selama masa tanggap darurat yang telah diperpanjang oleh Gubernur NTT hingga 12 September mendatang.

“Untuk anak-anak usia dini seperti tingkat SD dan TK, kami akan menerapkan metode yang berbeda yaitu play therapy. Mereka akan diajak bermain, bernyanyi, dan membaca agar kembali bergembira,” pungkas Kompol Prasetyo.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X