Karhutla Kepung Kalimantan, Begini Nasib Orangutan yang Terdampak-Serius Ini Hewan?

27 August 2026 12:43

Jakarta: Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya mengancam manusia dan lingkungan, tetapi juga satwa liar yang menjadikan hutan sebagai rumah.

Bagi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), ancaman karhutla tidak berhenti ketika api menjauh. Habitat yang rusak dan sumber makanan yang berkurang dapat membuat satwa ini harus keluar dari kawasan hutan untuk bertahan hidup.

Orangutan Kalimantan merupakan satwa yang sangat bergantung pada hutan. Sebagian besar aktivitasnya berlangsung di kawasan berhutan, mulai dari mencari makanan hingga berlindung dan berkembang biak. Karena itu, ketika hutan terbakar atau dipenuhi asap, kondisi hidup orangutan ikut berubah.
 

 

Kondisi Orangutan Kalimantan

Berikut kondisi yang dihadapi orangutan Kalimantan di tengah karhutla:

1. Habitat Orangutan Mulai Terancam

Hingga 20 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.487 titik panas di wilayah Kalimantan. Titik panas tersebut tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Sebagian titik panas mulai mendekati kawasan yang menjadi habitat orangutan. Di Kalimantan Tengah, misalnya, kebakaran dilaporkan mulai mendekati wilayah sekitar Taman Nasional Sebangau dan Pulang Pisau yang menjadi salah satu kawasan dengan populasi orangutan. Kondisi ini membuat orangutan berisiko kehilangan bagian dari habitatnya ketika kebakaran meluas.

2. Orangutan Bisa Menjauh dari Sumber Api

Ketika mendeteksi keberadaan api atau asap, orangutan dapat berpindah untuk mencari kawasan yang lebih aman. Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa hingga saat ini belum ditemukan laporan orangutan mati secara langsung akibat karhutla pada periode ini.

Namun, kemampuan untuk menghindari api tidak membuat orangutan terbebas dari dampak kebakaran. Mereka tetap harus menghadapi perubahan kondisi hutan setelah berpindah.

3. Asap Dapat Mengganggu Kondisi Habitat

Asap karhutla juga menjadi persoalan bagi orangutan. Paparan asap dalam waktu lama dapat memengaruhi kondisi vegetasi di hutan. Menurut Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), semakin panjang periode asap, semakin kecil peluang tanaman di hutan untuk berbunga dan berbuah. Kondisi tersebut dapat mengurangi ketersediaan makanan bagi orangutan.

4. Makanan Bisa Semakin Sulit Ditemukan

Orangutan mengandalkan berbagai jenis tumbuhan dan buah sebagai sumber makanan. Ketika kebakaran merusak vegetasi atau asap mengganggu proses berbunga dan berbuah, jumlah makanan yang tersedia dapat berkurang.

Situasi ini dapat membuat orangutan memperluas wilayah jelajahnya untuk mencari makanan. Semakin jauh mereka bergerak dari habitatnya, semakin besar kemungkinan mereka memasuki wilayah yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

5. Orangutan Bisa Masuk ke Perkebunan atau Permukiman

Perpindahan akibat kondisi habitat yang terganggu dapat membuat orangutan muncul di tempat yang tidak biasa. Di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, orangutan ditemukan berada di area perkebunan masyarakat. Mengutip laporan Antara, BKSDA Kalimantan Tengah menduga pekatnya asap dan keberadaan api di habitat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan orangutan keluar dari kawasan hutan.

Kondisi serupa juga terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat. Tiga orangutan masuk ke permukiman warga akibat dampak karhutla. Ketika masuk ke wilayah manusia, orangutan berpotensi menghadapi konflik karena mencari makanan atau tempat berlindung di area yang dikelola masyarakat.

6. Dampak Kebakaran Bisa Berlangsung Berbulan-bulan

Masalah yang dihadapi orangutan tidak langsung berakhir ketika api padam. Asap yang berlangsung selama dua hingga tiga bulan dapat berdampak pada ketersediaan makanan selama enam hingga tujuh bulan.

Kerusakan vegetasi juga membutuhkan waktu panjang untuk pulih. Untuk menggantikan satu pohon yang terbakar, diperlukan sedikitnya 15 tahun dengan perawatan yang memadai. Dengan kondisi tersebut, orangutan yang berhasil menghindari kebakaran tetap dapat menghadapi kekurangan makanan selama proses pemulihan hutan.
 
Nah, karhutla bagi orangutan bukan hanya tentang bagaimana mereka menyelamatkan diri dari kobaran api. Kerusakan habitat, berkurangnya makanan, hingga kemungkinan masuk ke wilayah manusia membuat dampak kebakaran dapat berlangsung jauh lebih lama. Karena itu, upaya penanganan karhutla sekaligus pemulihan habitat menjadi penting agar orangutan dapat kembali hidup di kawasan hutannya.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Titik Nurmalasari)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X