Rusia: Aksi AS-Israel Berisiko Picu Bencana Radiologis di Timur Tengah

2 March 2026 15:45

Teheran: Langit Kota Teheran, Iran, dipenuhi oleh kepulan asap tebal akibat operasi tempur skala besar yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam keras serangan ini karena dinilai melanggar hukum internasional.

Ledakan beruntun dari atap-atap gedung pemerintahan dan instalasi militer Iran usai operasi militer AS-Israel memberikan serangan udara ke wilayah tersebut. Dalam akun sosial medianya, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi dimulainya operasi tempur besar di Iran. 

Trump menyerukan kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan militer Iran untuk segera demi mendapatkan keselamatan penuh. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut, operasi gabungan ini bertujuan untuk menghapus ancaman eksistensial dari rezim Teheran. 
 

Baca Juga: Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Adanya Pengkhianatan Diplomasi

Dalam merespons serangan AS-Israel, pihak Iran segera mengirimkan serangan balasan ke asset militer AS dan sekutunya. Ledakan ini terdengar hingga ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, hingga Arab Saudi. 

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam keras serangan ini. Mereka menyebut serangan ini merupakan “tindakan agresi bersenjata" yang terjadi tanpa adanya provokasi dari pihak yang diserang (unprovoked). Rusia menilai tindakan AS-Israel telah melanggar hukum internasional dan dapat mengancam Timur Tengah dengan bencana radiologis akibat serangan yang terus terjadi.  

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)