Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Adanya Pengkhianatan Diplomasi

Utusan Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia. (Anadolu Agency)

Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Adanya Pengkhianatan Diplomasi

Muhammad Reyhansyah • 1 March 2026 13:22

New York: Utusan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vassily Nebenzia mengecam keras serangan militer terbaru oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, dan menyebutnya sebagai “tindakan agresi bersenjata" yang terjadi tanpa adanya provokasi dari pihak yang diserang (unprovoked).

“Langkah Washington dan Yerusalem Barat tidak lain adalah tindakan agresi bersenjata yang tidak dipicu provokasi dari negara anggota PBB yang berdaulat dan merdeka, yang melanggar piagam organisasi ini dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional,” tegas Nebenzia dalam sesi darurat di Dewan Keamanan PBB, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia menyatakan bahwa serangan AS-Israel tersebut merupakan campur tangan dalam urusan dalam negeri Iran dan bertujuan menghancurkan negara yang tidak disukai Barat.

“Langkah tidak bertanggung jawab dan gegabah oleh AS dan Israel, sebagaimana telah kami peringatkan sebelumnya, telah menyebabkan eskalasi tajam situasi di seluruh kawasan,” ujarnya.

“Selain itu, operasi militer AS dan Israel merupakan pengkhianatan terhadap diplomasi,” tambahnya.

Sesi darurat tersebut diminta oleh misi tetap Prancis, Bahrain, Tiongkok, Rusia, dan Kolombia.

Namun, Nebenzia mengatakan Rusia dan Tiongkok meminta agar sesi digelar di bawah agenda “ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional” kepada misi Inggris, yang saat ini menjabat sebagai presiden Dewan Keamanan.

“Upaya kepresidenan Inggris untuk secara artifisial meremehkan tingkat bahaya situasi saat ini sama sekali tidak dapat diterima,” katanya.

Diplomat Rusia itu juga mengkritik kepresidenan Inggris karena “secara terang-terangan” mengabaikan permintaan Rusia dan Tiongkok untuk mengundang Jeffrey David Sachs, Direktur Center for Sustainable Development di Columbia University, guna memberikan pengarahan kepada dewan.

Baca juga:  Tiongkok Desak Penghentian Segera Serangan AS-Israel ke Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)