Presiden Gandeng Ulama Jaga Keamanan dan Perdamaian di Tengah Konflik Global

6 March 2026 19:14

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keamanan serta ketahanan Indonesia di tengah memanasnya situasi global. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Presiden dalam acara buka bersama ratusan ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.

Dalam acara yang berlangsung selama empat jam tersebut, Presiden Prabowo memaparkan analisis mendalam mengenai perkembangan situasi global, mulai dari aspek geopolitik, ekonomi, hingga kondisi keamanan dunia yang kian dinamis. 

Presiden mengajak para tokoh agama untuk bersinergi menjaga persatuan bangsa sekaligus berperan aktif dalam mendorong perdamaian di tengah berbagai konflik global.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada kewaspadaan nasional sekaligus komitmen Indonesia untuk terus berupaya mendorong perdamaian dunia.

"Beliau akan berusaha sekeras-kerasnya untuk, satu, melindungi bangsa kita sendiri; dan nomor dua, turut andil membuat bangsa-bangsa di dunia ini dalam keadaan damai," ujar Marsudi. 
 

Baca juga: Presiden Prabowo Disebut Dapat Dukungan Negara Timteng Jadi Mediator AS-Iran

Ia menambahkan bahwa para kiai dan pimpinan agama sangat antusias mendukung upaya Presiden, terutama dalam mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah dilanda ketegangan.

Senada dengan hal tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menilai pertemuan antara pemerintah dan ulama ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat kebersamaan demi stabilitas negara. Buya Yahya menekankan bahwa ulama memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga "kesejukan" di tengah masyarakat, agar Indonesia tetap damai dan bersatu.

"Tugas kita adalah yang pertama mendoakan. Semoga Allah memberikan kekuatan pada semua program kebaikan yang beliau rencanakan," ungkap Buya Yahya. 

Melalui pertemuan ini, pemerintah berharap kolaborasi antara umara (pemimpin) dan ulama dapat terus berlanjut guna memastikan Indonesia tetap menjadi negara yang damai, bersatu, dan memiliki ekonomi yang kuat di tengah hiruk-pikuk tantangan global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)