Presiden Prabowo Disebut Dapat Dukungan Negara Timteng Jadi Mediator AS-Iran

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Foto: Antara.

Presiden Prabowo Disebut Dapat Dukungan Negara Timteng Jadi Mediator AS-Iran

Anggi Tondi Martaon • 6 March 2026 03:49

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto disebut mendapat dukungan dari sejumlah negara Timur Tengah dan negara Islam lainnya terkait upaya Indonesia untuk mengambil peran sebagai mediator dalam meredam ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah negara yang dimaksud yaitu Pakistan dan Uni Emirat Arab.

Hal itu disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid usai menghadiri buka puasa bersama dengan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan sejumlah ulama. Namun, Nusron enggan menjelaskan lebih lanjut soal dukungan tersebut karena merupakan kewenangan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Tentunya ini menjadi wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak untuk menjelaskan. Tetapi tadi dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan support dari negara-negara pemimpin-pemimpin negara di Timur Tengah lainnya," kata Nusron dikutip dari Antara, Jumat, 6 Maret 2026.

Baca Juga :

Tokoh Islam Apresiasi Sikap Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Penanggulangan Bencana itu menyampaikan, Presiden Prabowo menginginkan adanya ruang pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat. Dorongan itu untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

"Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Amerika Serikat dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri," ungkap Nusron.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setpres.

Nusron menyampaikan bahwa Presiden bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara (D-8) memiliki keinginan yang sama untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan. Menurutnya, para pemimpin tersebut sepakat agar konflik tidak berlarut-larut, terutama yang berpotensi memicu ketegangan lebih luas di Iran maupun kawasan Teluk.

"Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok 8 itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," ujar Nusron.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)