Tokoh Islam Apresiasi Sikap Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei

Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh.

Tokoh Islam Apresiasi Sikap Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei

Fachri Audhia Hafiez • 5 March 2026 23:20

Jakarta: Sejumlah tokoh Islam dan ulama memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan belasungkawa resmi atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sikap tersebut dinilai sebagai manifestasi nyata dari nilai kemanusiaan dan posisi tegas Indonesia dalam merespons dinamika geopolitik global yang kian memanas di kawasan Asia Barat.

“Tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran. Jadi, saya rasa kita sebagai negeri muslim terbesar, yang menganut Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, ini tidak bisa terima dengan pembunuhan biadab,” ujar Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
 


Jimly menegaskan bahwa sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menjembatani konflik antaranegara Islam agar tidak terus terfragmentasi oleh kepentingan luar. Senada dengan hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memandang ucapan duka tersebut sebagai sikap manusiawi yang sangat wajar di tengah peristiwa tragis.

Gus Yahya menekankan bahwa selain empati diplomatik, Indonesia harus terus mengupayakan penghentian kekerasan bersenjata melalui berbagai kanal internasional. Ia mendorong pemerintah untuk memaksimalkan setiap instrumen yang ada demi mewujudkan gencatan senjata yang permanen.

“Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai. Berhenti perang, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain. Karena kalau tidak begitu, tidak ada yang selamat. Kekerasan ini harus dihentikan dengan cara apa pun,” tegas Gus Yahya.


Presiden Prabowo Subianto duduk semeja bersama pimpinan PBNU, Muhammadiyah, dan MUI saat buka puasa bersama ormas Islam di Istana Negara, Jakarta. Dok. Instagram Prabowo.

Lebih lanjut, Gus Yahya menyarankan agar keanggotaan Indonesia dalam berbagai forum global, termasuk Board of Peace (BoP), dimanfaatkan secara optimal sebagai alat negosiasi perdamaian. Menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak bergerak meski fasilitas yang tersedia terbatas.

“Lihat, kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu. Apa pun yang sudah ada di tangan, mari kita gunakan. Kalau kita butuh menggali lubang, tidak ada sekop, kita gali pakai sendok,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat resmi belasungkawa kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu, 4 Maret 2026. Langkah diplomatik ini diperkuat dengan penyerahan surat secara langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran di Jakarta, sebagai simbol empati mendalam sekaligus penegasan komitmen hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)