Ironi RSUD Parung, Gedung Rp93 Miliar Jadi Klinik

9 July 2026 21:12

Bangunan megah berlantai tiga di kawasan Cogreg, Parung ini di Kabupaten Bogor, dibangun dengan anggaran sebesar Rp93 miliar. Namun kini justru menjadi sorotan setelah Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor mengusut dugaan korupsi dalam proyek pembangunannya dengan kerugian negara mencapai Rp9,1 miliar.

Bangunan yang awalnya diperuntukkan untuk menjadi RSUD yang digadang-gadang menjadi fasilitas kesehatan yang diperuntukkan untuk warga Parung, kini berubah menjadi sebuah klinik kesehatan. Ada kenyataan pahit di belakangnya, Proyek bernilai Rp93 miliar ini berubah menjadi pusat penyidikan dugaan korupsi.

Proyek pembangunan RSUD Parung, Bogor Utara menyedot perhatian dengan anggaran sebesar Rp93 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2021. Seiring berjalannya waktu, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menemukan sejumlah indikasi penyimpangan, mulai dari tahap pengajuan proposal ke Pemprov Jawa Barat, proses pengadaan barang dan jasa, hingga pelaksanaan pembangunan.
 



Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp9,1 miliar. Akibat dugaan korupsi itu, bangunan yang sejak awal diproyeksikan sebagai Rumah Sakit Umum Daerah, kini hanya berfungsi sebagai klinik. 

Fasilitas yang semula diharapkan setara Rumah Sakit Umum Daerah, kini hanya menjadi tujuh poli spesialis, yakni poli umum, kebidanan dan kandungan, anak, penyakit dalam, bedah, paru, dan gigi. Meski dilengkapi laboratorium, farmasi, radiologi, dua unit ambulans, serta unit gawat darurat yang beroperasi 24 jam, statusnya sebagai klinik membuat warga harus melalui rujukan berjenjang untuk bisa menggunakan BPJS Kesehatan. 

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X