11 September 2026 14:26
Kubu Raya: Dampak fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang selama hampir tiga bulan membuat warga Dusun Beringin, Desa Kalimas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengalami krisis air bersih. Tanpa hujan yang biasa ditampung, sebagian warga terpaksa merogoh kocek hingga Rp100 ribu per minggu demi membeli air untuk kebutuhan harian.
Kondisi pelik ini salah satunya dirasakan oleh Jumiati, yang tinggal bersama lima anggota keluarganya. Ia mengaku terpaksa mengalihkan uang belanja lauk-pauk harian demi membeli air bersih. Pasalnya, untuk kebutuhan minum saja, keluarganya bisa menghabiskan hingga dua galon air hanya dalam waktu dua hari.
"Minum pun dua galon dalam 2 hari, dua galon 2 hari. Itulah, biasanya enggak pernah begini," ujar Jumiati dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat 11 September 2026.
Tidak hanya untuk minum, pemenuhan kebutuhan cuci dan mandi juga menjadi beban berat bagi warga. Jumiati harus membeli satu jeriken besar air sumur yang setara dengan sembilan galon seharga Rp100 ribu untuk keperluan membilas sayur serta mandi.
"Setiap minggu Rp100 ribu untuk membeli air, yang biasanya untuk membeli lauk sekarang harus disisihkan untuk membeli air," kata Jumiati.
Kemarau kali ini dirasakan jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, masa kekeringan di wilayah tersebut hanya berlangsung paling lama satu bulan dan air kolam warga masih dapat digunakan. Namun tahun ini, kekeringan sudah melanda hampir tiga bulan hingga menyebabkan kolam-kolam warga mengering serta berubah menjadi asin.