.,

Sempat Surut, Banjir di Pati Kembali Meninggi

28 January 2026 14:13

Pati: Banjir masih merendam permukiman warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Meski sempat surut dua hari lalu, debit air Sungai Juwana kembali naik akibat tingginya intensitas hujan sejak Selasa, 27 Januari 2026.

Hingga kini, masih ada sekitar 50 desa yang tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30 cmhingga lebih dari 1 meter. Di Kecamatan Juwana, misalnya. Terdapat 17 desa yang terdampak banjir, dengan Desa Doropayung sebagai lokasi terparah di kecamatan tersebut.

"Warga yang telah pulang untuk membersihkan rumah terpaksa kembali menuju posko pengungsian karena air meningkat. Tanda batas banjir sebelumnya bahkan masih terlihat berwarna hijau di beberapa bangunan," ujar Jurnalis Metro TV 
Udin Alinani, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu, 28 Januari 2026.

 

Akses jalan utama Desa Doropayung juga terendam hingga 80 centimeter. Beberapa warga terlihat kembali ke rumah hanya untuk memeriksa kondisi banjir.

Muhlisin, salah satu warga, mengungkap bahwa banjir kembali naik ketika warga tengah membersihkan rumah. “Ketinggian banjir di jalanan sekitar 80 cm, sementara di dalam rumah sekitar 50 cm,” ujar Muchlisin.

Penyebab banjir disebut karena tingginya intensitas hujan dan pendangkalan Sungai Juwana yang melintang sekitar 60 kilometer di Pati. Saat debit sungai naik, tak ada jalur pembuangan lain selain memompa air dari permukiman kembali ke sungai, sementara debit sungai juga sedang meninggi. 
 

Warga gunakan perahu untuk mobilisasi

Saat ini, terdapat 50 desa di Pati masih terendam, tiga kecamatan terparah, yakni Kecamatan Juwana, Jakenan, dan Gabus. Warga yang sudah hampir tiga pekan berada di pengungsian mengaku mulai jenuh, tetapi ketinggian air yang masih mencapai 50 sentimeter membuat mereka belum bisa kembali.

Pantauan di lapangan menunjukkan warga terpaksa menggunakan perahu untuk keluar-masuk desa. Bagi yang tidak memiliki perahu, mereka harus menerjang banjir setinggi 80 cm untuk beraktivitas, termasuk bekerja. Hal itu disebabkan akses jalan desa saat ini tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati pun telah melakukan pengecekan ke desa-desa terisolir menggunakan perahu dan mulai menyalurkan logistik kepada warga yang bertahan di rumah. Plt Bupati Pati meminta seluruh camat dan kepala desa mendata warga yang belum tersentuh bantuan agar distribusi dapat dilakukan secara merata.


(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)