Banjir Rendam Belasan Hektare Sawah di Jakut, Petani Gagal Panen

Banjir merendam sawah di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakut. Foto: Antara.

Banjir Rendam Belasan Hektare Sawah di Jakut, Petani Gagal Panen

Anggi Tondi Martaon • 28 January 2026 13:37

Jakarta: Belasan hektare sawah di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir. Hal itu menyebabkan tanaman padi rusak dan petani terancam gagal panen.

Salah satu petani, Narsih, mengatakan ketinggian air yang merendam sawahnya mencapai 60 sentimeter (cm) hingga satu meter lebih. "Ya, begini, banjir. Ini segini (menunjukkan ukuran banjir setinggi dada). Kelelep sawah terendam soalnya, satu meter lebih," kata Narsih dikutip dari Antara, Rabu, 28 Januari 2026.

Menurut Narsih, banjir tersebut membuat proses pengambilan padi jauh lebih sulit dibandingkan saat cuaca cerah atau musim kemarau. Sebab, petani harus masuk ke dalam air untuk mengambil padi yang siap panen.

"Enakan lagi kering. Kalau sekarang banjir begini, ambil padinya harus masuk dulu ke dalam air," ujar Narsih.

Narsih menambahkan sebagian besar padi mengalami kerusakan akibat terendam air dalam waktu lama. Menurut dia, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi petani.

"Rusak. Keadaan petani sekarang lagi anjlok," ucap Narsih.

Dia menyebutkan hujan deras yang turun selama beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama banjir. Meski terdapat saluran air atau irigasi di sekitar sawah, volume air hujan yang tinggi membuat sistem pembuangan tidak mampu menampung aliran air.

Banjir merendam sawah di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakut. Foto: Antara.

"Saluran air ada, tapi hujannya banyak dan deras dari darat, jadi pembuangannya nggak nampung," jelas Narsih.

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan area sawah yang terdampak banjir cukup luas. "Banyak yang terdampak, tanaman padi jadi pada rusak," ucap Narsih.

Narsih mengharapkan perhatian dan penanganan dari pihak terkait untuk memperbaiki sistem drainase. Sehingga, banjir tidak terus berulang dan merugikan petani di kawasan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)