Darurat Kebakaran Gunung Bromo (TNBTS) dan Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

11 August 2026 08:19

Jakarta: Ada dua kawasan konservasi yang juga merupakan taman nasional di Pulau Jawa, yakni Bromo Tengger, Semeru dan juga Gede Pangrango yang sedang dilanda kebakaran. Meskipun sebenarnya ini sama-sama pegunungan, ternyata kebakaran di dua lokasi ini memiliki skala, vegetasi, dan juga pola penyebaran api yang tidak serupa.


Awal terjadi kebakaran


Di Gunung Bromo, Jawa Timur, titik kebakaran pertama kali muncul pada Jumat, 7 Agustus 2026, tepatnya berada di Blok Bantengan. Api kemudian meluas akibat beberapa hal termasuk karena angin kencang dan juga kondisi vegetasi yang kering di musim kemarau.

Dugaan awal kebakaran dipicu oleh adanya sisa api unggun atau aktivitas manusia yang berada di jalur-jalur tikus. Sehingga ini juga menjadi perhatian agar para pendaki untuk memastikan  tidak meninggalkan sampah termasuk tidak meninggalkan sisa-sisa api yang dapat memicu kebakaran.

Sementara di Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, laporan kebakaran diterima pada Kamis, 6 Agustus, tepatnya di pukul 15.15 waktu Indonesia bagian Barat. Data ini dari pengelola Basecamp dan juga laporan dari masyarakat lokal.

Seberapa luas kebakaran?


Kebakaran Gunung Bromo informasi awalnya sudah menjangkau area sekitar 176 hektare. Tapi ternyata setelah diupdate jangkauan kebakarannya sudah mencapai 520 hektare. Ini dikarenakan api merembet melalui area tebing terjal menuju ke kawasan Padang Savana serta meluas hingga mendekati batas wilayah Kabupaten Malang dan juga Kabupaten Lumajang.

Sementara untuk Gunung Gede Pangrango ada sekitar 5 hektare lahan yang berada di area Alun-Alun Barat Surya Kencana dan juga Kawah Wadon yang sudah hangus dilalap oleh api. Terdapat 10 titik api baru yang berada di sekitar area Kawah Wadon 


Dampak kebakaran


Dampak kebakaran di Gunung Bromo berakibat rusaknya vegetasi padang rumput/savana, semak belukar, serta tumbuhan. Kemudian terganggunya habitat satwa liar di Kawasan TNBTS. Yang terakhir meningkatnya paparan asal dan debu yang berpotensi menurunkan kualitas Udara di permukiman sekitar.

Sementara di Gunung Gede Pangrango hangusnya ekosistem rumput sebagai Savana Suryakencana juga menjadi perhatian, dan juga titik api pun jaraknya sangat dekat sekitar 5 meter dari kawasan Padang Bunga Abadi edelweiss yang berada di lokasi tersebut. 

Strategi pemadaman


Untuk upaya pemadaman, di Gunung Bromo ada operasi udara yang namanya waterbombing, dimana dikerahkan beberapa helikopter dari BNPB untuk bisa menjangkau titik api, tebing curam, dan juga melepaskan air di sana agar harapannya api bisa dilokalisasi. Sementara juga operasi udara pun dilakukan, ada tim gabungan dari Balai Besar TNBTS yang sudah berada di lokasi. Begitupun di Gunung Gede Pangrango pemadaman cepat juga dilakukan oleh pihak penyelamat yang berada di lokasi.


Sejumlah jalur ditutup


Karena itu ada beberapa jalur yang ditutup, tidak boleh lagi masuk, di antaranya adalah di Bromo, kalau misalnya Anda mau ke sana melalui Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan juga Provolinggo serta Pasuruan, kini sudah ditutup tidak bisa lewat, kecuali di Pasuruan tepatnya di Wonokitri hanya difokuskan untuk mobilisasi dari petugas penanganan daerah. 

Sementara untuk Gunung Gede Pangrango seluruh pintu jalur pendakian resmi ditutup total dari tanggal 7 sampai dengan nanti rencananya 11 Agustus, meliputi jalur pendakian Cibodas, kemudian jalur pendakian Gunung Putri, jalur pendakian Selebintana. Semuanya dilakukan untuk bisa memaksimalkan pemadaman api sehingga nanti harapannya kalau sudah cepat padam  maka semakin banyak vegetasi yang bisa diselamatkan. 

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X