Drama Kontroversi Wasit di Laga Argentina vs Mesir

9 July 2026 01:24

Langkah Argentina di ajang Pesta Bola Dunia 2026 terus berlanjut. Tim Tango memastikan diri sebagai tim raksasa terakhir yang melaju ke babak perempat final setelah mencatatkan kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir. Namun, kemenangan ini tidak lepas dari sorotan tajam dan protes keras dari kubu Mesir terkait kepemimpinan wasit Francois Letexier.

Dalam laga tersebut, Mesir sempat mengejutkan dunia dengan unggul dua gol lebih dulu. Namun, situasi berbalik drastis di 15 menit terakhir pertandingan. Pengamat sepak bola, Weshley Hutagalung, menilai ada dua faktor utama yang menjadi kunci hasil laga ini: keberanian strategi Mesir di awal laga dan runtuhnya mental mereka di menit-menit krusial.

"Mesir punya keberanian memberikan kejutan. Mereka lebih produktif di 15 menit awal. Namun, fisik tidak bisa dibohongi. Argentina sempat kesulitan bermain dengan kecepatan tinggi, tetapi gol dari Cristian Romero pada menit ke-79 dan disusul gol penyeimbang dari Lionel Messi di menit ke-83 benar-benar meruntuhkan mental dan keyakinan Mesir," ujar Weshley dalam wawancara di program Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 8 Juli 2026. 

Ketergantungan Mesir pada Mohamed Salah

Sorotan juga tertuju pada performa bintang Mesir, Mohamed Salah. Meski tampil apik, Salah dinilai belum mampu kembali ke performa puncaknya seperti pada Pesta Bola 2018. Sejauh ini di turnamen 2026, Salah baru mencatatkan satu gol dan dua assist.

Weshley membandingkan situasi Salah dengan Lionel Messi. Menurutnya, pelatih Argentina Lionel Scaloni berhasil meracik strategi untuk "mengamankan" Messi, membiarkannya bermain lebih santai di depan lini pertahanan lawan. Sebaliknya, Mesir dianggap terlalu bergantung pada Salah yang secara fisik mulai menurun.

"Mesir harus menanggung ketidakberdayaan Salah yang performanya di Liverpool sedang menurun. Mereka tidak boleh hanya bergantung pada Salah. Dan terbukti, Ziko bisa jauh lebih bagus punya kecepatan sebagai pemain pengganti untuk masuk ke area pertahanan Argentina,” tambah Weshley.


Kontroversi Wasit dan Penggunaan VAR

Kemenangan Argentina ini menyisakan luka bagi Mesir. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, memprotes keras kepemimpinan Francois Letexier, terutama terkait konsistensi penggunaan VAR. Kubu Mesir mempertanyakan mengapa VAR tidak digunakan untuk meninjau beberapa keputusan krusial yang dianggap merugikan mereka.

Weshley Hutagalung pun mengamini adanya kejanggalan tersebut. Ia bahkan menyinggung aspek non-teknis dalam penyelenggaraan Piala Dunia kali ini.

Dengan adanya kontroversi ini, Weshley mengatakan bahwa munculnya pemikiran bawah FIFA ingin menyelamatkan event mereka dengan mempertahankan bintang-bintang besar agar tetap bertahan hingga mendekati final demi nilai jual marketing.

Weshley memberikan catatan kritis bahwa Piala Dunia 2026 lewat kepemimpinan wasitnya sejauh ini bukan yang terbaik dibandingkan edisi sebelumnya. Ia menyoroti beberapa kasus lain, seperti dugaan karpet merah bagi tim Inggris dan pelanggaran Messi yang tidak berbuah kartu merah di awal turnamen.

Meski penuh drama dan protes, Argentina kini resmi menatap babak perempat final. Dunia kini menanti apakah mental juara Messi dkk akan terus membawa mereka hingga partai puncak, atau kontroversi serupa akan kembali mewarnai perjalanan mereka.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X