Pengakuan Pengasuh Daycare Aresha: Penganiayaan 53 Anak Atas Perintah Ketua Yayasan

30 April 2026 15:17

Polresta Yogyakarta mengungkap fakta baru dalam kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha. Dari pengakuan sebelas pengasuh yang menjadi tersangka aksi keji terhadap korban dilakukan atas perintah ketua yayasan dan juga kepala sekolah.

Peristiwa memilukan terjadi di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sebuah tempat penitipan anak atau daycare digerebek polisi setelah melakukan kekerasan terhadap 53 anak asuhnya. Dari kasus ini, 13 orang yang terdiri dari ketua yayasan, kepala sekolah, dan sebelas pengasuh ditetapkan sebagai tersangka. Mirisnya, dari pengakuan sebelas pengasuh yang menjadi tersangka, aksi biadab terhadap korban dilakukan atas perintah ketua yayasan dan kepala yayasan.

“Aturan tertulis atau tata cara itu tidak ada. Namun, dari keterangan para tersangka pengasuh sebelas ini, mereka diperintahkan melakukan hal itu oleh ketua yayasan.” kata Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Kamis, 30 April 2026.

“Ketua yayasan dan kepala sekolah ini selalu hadir di tiap pagi. Dan mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut kepada anak-anak itu.” tambahnya.
 

Baca juga: Kemendukbangga Buka Layanan Konsultasi untuk Daycare Bermasalah


Pasca kasus penganiayaan anak di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha yang ternyata tidak memiliki izin sebagai tempat usaha penitipan anak, pendidikan PAUD, maupun Taman Kanak-kanak, para ahli mengingatkan adanya dampak gangguan kesehatan mental pada anak. Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk atau DP3AP2 Kota Yogyakarta melakukan pendampingan psikologi terhadap korban, serta telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan skrining tumbuh kembang anak.

Kasus ini menjadi pengingat berharga bagi para orang tua agar lebih teliti dalam mempercayakan anak mereka kepada orang lain. Kehati-hatian dalam memilih penitipan akan mempersempit celah terhadap orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dari perlakuan tak manusiawi kepada anak-anak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)