26 March 2026 23:25
Keputusan pengunduran diri Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, menuai respons positif dari kalangan parlemen. Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai langkah tersebut merupakan sinyal kuat berjalannya mekanisme tanggung jawab di dalam sistem institusi negara, terutama di tengah polemik kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Amelia menjelaskan bahwa pengunduran diri ini mencerminkan adanya kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik. Sebagai lembaga intelijen strategis yang krusial bagi stabilitas nasional, setiap dinamika yang terjadi di internal BAIS TNI harus dijadikan momentum untuk memperkuat tata kelola serta memastikan seluruh aktivitas operasional tetap berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip demokrasi.
"Pengunduran diri ini menunjukkan bahwa mekanisme internal tetap berjalan. Institusi BAIS tidak menutup diri terhadap evaluasi. Ini adalah sinyal positif bahwa reformasi di sektor keamanan, termasuk intelijen, terus bergerak ke arah yang lebih akuntabel dan transparan," ujar Amelia Anggraini dikutip dari Top News, Metro TV, Kamis, 26 Maret 2026.
Lebih lanjut, Amelia menekankan pentingnya proses klarifikasi dan penelusuran fakta secara objektif atas kasus yang tengah bergulir. Menurutnya, penuntasan kasus secara profesional sangat diperlukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kredibilitas institusi di mata masyarakat. Penguatan pengawasan dan sinergi antarlembaga juga dianggap menjadi kunci utama guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.
Amelia juga mengingatkan bahwa negara harus memiliki komitmen kuat dalam melindungi seluruh warga negara, termasuk para aktivis dan masyarakat sipil. Baginya, stabilitas keamanan nasional harus selalu berjalan beriringan dengan perlindungan hak-hak sipil. Dengan adanya pengunduran diri ini, diharapkan proses hukum dan evaluasi internal dapat berjalan lebih terbuka demi integritas sektor keamanan nasional.