Lebanon dan Israel Sepakat Gencatan Senjata

4 June 2026 17:04

Pemerintah Lebanon dan Israel dilaporkan mencapai kesepakatan gencatan senjata yang mencakup seluruh wilayah Lebanon setelah putaran keempat perundingan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), di Washington DC. Kesepakatan tersebut turut memuat rencana pembentukan sejumlah zona keamanan percontohan di wilayah Lebanon.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 4 Juni 2026, konfirmasi mengenai kesepakatan itu disampaikan oleh pejabat dari kedua pihak, pada Rabu, 3 Juni 2026, malam.

Dalam perjanjian tersebut, zona keamanan yang akan dibentuk disebut bertujuan membatasi aktivitas kelompok Hizbullah di area-area tertentu yang telah disepakati.

Meski tercapai kesepakatan antara pemerintah Lebanon dan Israel, implementasi gencatan senjata masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah belum adanya keterlibatan langsung Hizbullah dalam proses pembicaraan yang menghasilkan kesepakatan tersebut.


Menurut keterangan yang disampaikan usai perundingan, Hizbullah sejauh ini tidak ikut serta dalam negosiasi antara pemerintah Lebanon dan Israel.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan gencatan senjata di lapangan, serta keberlangsungan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

Selain itu, mekanisme pembentukan zona keamanan yang disepakati juga belum dijelaskan secara rinci. Belum diketahui bagaimana pengaturan wilayah tersebut akan diterapkan dan diawasi oleh pihak-pihak terkait.

Perjanjian tersebut juga menyerukan agar angkatan bersenjata Lebanon mengambil alih kendali penuh atas wilayah-wilayah yang sebelumnya diduduki pasukan Israel selama operasi militer berlangsung. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan kedaulatan dan stabilitas keamanan di Lebanon pascakonflik.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)