5 July 2026 11:40
Indoswing atau Indonesian Swing Dance kini telah berkembang dari sekedar genre musik menjadi sebuah subkultur yang mempertemukan para pencinta musik, penari, dan juga penikmat gaya hidup di area metropolitan seperti di Jakarta.
Berdiri sejak tahun 2016, komunitas Indoswing awalnya diinisiasi oleh seorang ekspatriat asal Kanada yang aktif dalam swing dancing. Ia ingin mencari dan mengumpulkan orang-orang di Jakarta yang memiliki ketertarikan yang sama untuk berdansa bersama.
“Secara kronologis yang saya ingat itu mulai benar-benar aktif di tahun 2016. Waktu itu ada seorang ekspat dari Kanada yang dia memang suka swing dance dan dia mencari orang-orang di Jakarta yang mau swing dance bareng-bareng juga, akhirnya terbentuklah komunitas Indoswing.” kata Instruktur/Pengurus Komunitas Indoswing, Wahyu Harianto, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 5 Juli 2026.
Dari sebuah pertemuan kecil komunitas ini kian bertumbuh hingga menjadi wadah besar, membentuk sebuah ekosistem komunitas yang solid. Antusiasme pun dapat dilihat di Kalalila Studio kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dimana sudah dipenuhi oleh para peserta dance swing. Mereka hadir untuk mengikuti workshop dan sesi latihan bersama yang diadakan oleh komunitas Indoswing.
Mengadopsi gerakan Lindy Hop, para peserta diajak untuk mengenal berbagai teknik dasar dan gerakan yang enerjik. Menariknya pada kelas beginner, fokus utama adalah kemantapan tiga hitungan dasar. Penggunaan konsep hitungan ini sendiri diadaptasi agar lebih mudah dipelajari yang terbiasa dengan hitungan dasar satu sampai delapan.
| Baca juga: Karnaval Budaya Warnai Penutupan Rakernas APEKSI XVIII di Kota Medan |