Sejarah Koperasi di Indonesia

3 July 2026 09:33

Jakarta: Koperasi di Indonesia memiliki perjalanan panjang yang erat dengan perjuangan rakyat. Karena sejak abad ke-19, koperasi ini menjadi sarana perlawanan terhadap praktik lintah darat dan kemudian berkembang menjadi pilar ekonomi kerakyatan.


Perjalanan koperasi di Indonesia:


Tahun 1886


Tapi ada pertanyaan, bagaimana sebenarnya perjalanan koperasi di Indonesia sampai dengan saat ini? Tepatnya dimulai pada 16 Desember 1886 di Purwokerto. Dimana R Arya Wiriatmaja mendirikan yang saya sebut tadi Hulp & Spaarbank, lembaga simpan pinjam dengan model kooperasi kredit Raiffeisen. Tujuannya sederhana, tetapi mulia saat itu yaitu membantu kaum priyayi bisa keluar dari jeratan lintah darat.

Upaya ini mendapat dukungan pejabat kolonial karena sejalan dengan politik elitis. Dari sinilah koperasi mulai dipandang sebagai gerakan ekonomi rakyat. 

Tahun 1908


Lalu berkembang ke tahun-tahun berikutnya, yaitu ada juga gerakan koperasi yang semakin terlihat sejak berdirinya Organisasi Boedi Oetomo pada 1908.

Jadi, organisasi ini memperkarsai koperasi rumah tangga untuk bisa mendukung kebutuhan ekonomi anggotanya. Disini kita lihat ini adalah dokumentasi anggota-anggotanya pada saat itu di tahun 1908. Dan kemudian ini berkembang tidak hanya di situ, tapi di beberapa tahun berikutnya.


Tahun 1913


Di 1913 ada Syarikat Dagang Islam. Ini juga mendorong berdirinya kooperasi, koperasi pedagang tekstil Bumiputra. Langkah ini memang dipercaya memperkuat posisi ekonomi rakyat kecil dalam menghadapi dominasi pengusaha asing di tahun itu.

Tahun 1927


Tidak hanya di tahun 1913, berkembang lagi ke tahun 1927 ada Kelompok Studie Club atau Persatuan Bangsa Indonesia. Mereka ini memanfaatkan kooperasi Pemirsa sebagai sarana pendidikan ekonomi rakyat. Karena melalui kooperasi, semangat nasionalisme dan juga kemandirian ekonomi semakin tumbuh di kalangan masyarakat pada saat itu.


Tahun 1947


Setelah itu masuklah ke era pada saat setelah kemerdekaan atau tempatnya di tahun 1947. Kongres Pertama Koperasi Tasik Malaya Jawa Barat yang menghasilkan keputusan penting. Yaitu yang pertama mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia atau Sokri. Kemudian menetapkan Gotong Royong sebagai asas koperasi. Kemudian ada juga poin menetapkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi. Jadi bulan Juli ini memang bulannya koperasi.

Karena tanggal 4 adalah hari koperasi internasional atau hari kooperasi dunia. Dan 12 Juli adalah Hari Koperasi Nasional atau Hari Koperasi Indonesia. 


Tahun 1953


Dan kemudian berkembang lagi di tahun 1953. Ada Kongres Koperasi Kedua yang digelar di Bandung Jawa Barat menghasilkan beragam keputusan. Pertama pengganti Sokri jadi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

Kemudian kedua sebagai salah satu mata pelajaran ini dimasukkan akhirnya. Dan ketiga mengangkat Muhammad Hatta sebagai yang kita kenal sampai saat ini sebagai Bapak Koperasi. 


Fungsi dan tujuan koperasi


Kalau kita lihat di undang-undang, Pasal 4 Undang-Undang nomor 25 tahun 1992 yang menyebutkan fungsi utama kooperasi adalah membangun potensi ekonomi anggota dan juga memperkokoh perekonomian rakyat. Sementara tujuan koperasi ini tercantum pada Pasal 3 Undang-Undang Perkoperasian. 

Tujuannya apa? Adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat luas. Koperasi juga diharapkan bisa ikut membangun perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan juga maju. 

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X