Mengenal Frugal Living dan Cara Menerapkannya-Edukasi Ekonomi

Eko Nordiansyah • 11 August 2026 15:27

Jakarta: Penghasilan yang besar tidak selalu menjamin kondisi keuangan tetap sehat. Tanpa pengelolaan yang baik, pemasukan sebesar apa pun bisa habis untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan keinginan. Karena itu, gaya hidup frugal living mulai banyak dipilih sebagai salah satu cara mengatur keuangan dengan lebih bijak.

Istilah frugal living semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Namun, gaya hidup ini sering disalahartikan sebagai kebiasaan hidup terlalu hemat atau bahkan pelit.
 

 

Apa Itu Frugal Living?

Frugal living merupakan gaya hidup yang mendorong seseorang untuk lebih sadar dalam menggunakan uang. Setiap pengeluaran dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan dan manfaatnya, bukan sekadar keinginan atau dorongan untuk membeli sesuatu. Sederhananya, sebelum berbelanja seseorang akan mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya ingin dimiliki. Dengan cara ini, pengeluaran dapat lebih terkontrol tanpa harus menghilangkan seluruh aktivitas yang menyenangkan.

Bukan Berarti Pelit

Menerapkan frugal living bukan berarti seseorang tidak boleh menikmati hasil kerja atau harus menghindari semua bentuk pengeluaran. Fokus utamanya adalah menentukan prioritas. Uang yang dimiliki dapat dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara sebagian lainnya disisihkan untuk tabungan, dana darurat, maupun investasi. Artinya, seseorang tetap bisa menikmati hidup, tetapi tidak mengorbankan kondisi keuangan untuk memenuhi keinginan sesaat.

Salah satu kebiasaan yang umum dilakukan dalam frugal living adalah membuat anggaran dan mencatat pengeluaran. Dengan mencatat setiap transaksi, seseorang dapat mengetahui ke mana uangnya digunakan sekaligus melihat pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Kebiasaan tersebut juga membantu mengurangi belanja impulsif dan membuat seseorang lebih mudah menentukan prioritas keuangan.

Pengelolaan uang yang lebih teratur dapat membantu seseorang mempersiapkan berbagai kebutuhan di masa depan. Uang yang sebelumnya habis untuk pengeluaran yang tidak penting bisa dialihkan untuk dana darurat, tabungan, investasi, atau tujuan finansial lainnya. Dengan begitu, frugal living bukan sekadar tentang menghemat uang, tetapi juga bagaimana menggunakannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Nah, frugal living pada dasarnya bukan tentang hidup serba kekurangan atau tidak boleh menikmati hasil kerja. Gaya hidup ini justru mengajarkan seseorang untuk lebih bijak menentukan prioritas, sehingga kebutuhan hari ini tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kondisi keuangan di masa depan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X