Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah sebanyak 32 angkutan sekolah ramah disabilitas di tahun 2026, sebagai upaya memperkuat akses transportasi inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas. Peluncuran dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan penambahan armada dan rute layanan di lima wilayah Jakarta.
Program ini menjadi penguatan layanan bus sekolah yang telah berjalan, sekaligus menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjamin hak pendidikan dan mobilitas yang setara bagi seluruh anak sekolah.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, pengembangan layanan bus sekolah ramah disabilitas dilaksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 57 Tahun 2022. Aturan tersebut memberikan mandat kepada Unit Pengelola Angkutan Sekolah untuk melakukan perencanaan, pengembangan, dan pengendalian layanan, termasuk penguatan layanan yang bersifat inklusif.
Saat ini, Unit Pengelola Angkutan Sekolah telah beroperasi sejak 2007 dan mengelola ratusan armada yang melayani puluhan ribu pelajar dari jenjang SD hingga SMA atau sederajat.
“Melalui program bus sekolah ramah disabilitas ini pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan transportasi publik yang inklusif, memenuhi hak dasar peserta didik penyandang disabilitas,” Ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Syafrin Liputo.
Pada tahun anggaran 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali memperkuat layanan ini melalui penambahan 32 unit bus sekolah ramah disabilitas yang terdiri atas bus medium dan mikro. Penambahan armada tersebut juga diikuti pembukaan lima rute baru yang telah diuji coba untuk menjangkau sekolah luar biasa di berbagai wilayah Jakarta.
“Mudah-mudahan armada bus ini akan memberikan kemudahan bagi anak-anakku sekalian yang akan berangkat pulang sekolah dan beraktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan sekolahnya,” ungkap Pramono Anung.
Layanan angkutan sekolah DKI Jakarta saat ini mengelola 230 unit armada yang terdiri atas bus medium dan mikro dengan cakupan 50 rute reguler dan zonasi. Layanan tersebut beroperasi di lima wilayah Jakarta.
Adapun rute yang akan dilalui adalah meliputi rute reguler Yayasan Pendidikan Anak Cacat–Ciledug, rute zonasi Rusun Rawa Bebek-Rorotan, rute zonasi BNN-Cipinang via Jatinegara, rute zonasi Kampung Rambutan-Lebak Bulus, serta rute zonasi Permata Hijau-Lebak Bulus dengan tujuan sekolah yang sama.
Setiap hari, angkutan sekolah DKI Jakarta melayani rata-rata sekitar 41 ribu pelajar. Melalui penguatan layanan ramah disabilitas, Pemprov DKI Jakarta menargetkan terciptanya sistem transportasi publik yang aman, nyaman, dan setara, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global inklusif.