Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, mengundang sembilan ekonom terkemuka untuk membahas kondisi perekonomian nasional, di tengah potensi dampak konflik global. Pertemuan ini bertujuan merumuskan rekomendasi strategis kepada pemerintah dalam menghadapi guncangan ekonomi akibat eskalasi perang di Timur Tengah.
Sejumlah ekonom senior menghadiri diskusi khusus yang digelar di kediaman Jusuf Kalla di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sembilan tokoh yang hadir antara lain Prof. Didin Damanhuri, Prof. Rhenald Kasali, serta Dr. Anthony Budiawan.
Diskusi ini juga diikuti oleh perwakilan akademisi dan lembaga riset terkemuka seperti Denni Purbasari dari UGM, Rizki Nauli dari LPEM UI, serta Yose Rizal Damuri dari CSIS. Turut hadir juga Nailul Huda dari Celios, Yanuar Nugroho Nalar Institute, dan Fadhil Hasan dari INDEF.
Jusuf Kalla menyebut, pertemuan ini adalah memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah terkait gejolak ekonomi dunia pascaserangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Hasil diskusi ini diharapkan menjadi referensi utama bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas moneter dan fiskal nasional di tengah tantangan politik internasional.
“Memberikan pikiran-pikiran yang objektif tentang keadaan, bahwa ekonomi kita perlu bayak perbaikan, perlu banya evaluasi, perlu banyak tindakan-tindakan yang sesuai dengan kondisi hari ini. Karena
ekonomi kita dipengaruhi oleh tiga hal, dunia, masa lalu, dan kebijakan sekarang.” kata Jusuf Kalla, dikutip dari tanyangan
Metro Pagi Primetime, Metro TV, Senin, 9 Maret 2026.