Jakarta: Lima jurnalis hilang kontak pada saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Mereka bersama tiga awak kapal berangkat menuju ke kawasan Anak Krakatau pada tanggal 7 September. Sampai saat ini upaya pencarian dan penyisiran masih terus dilakukan.
Kronologi 8 orang hilang kontak
Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan di Pantai Carita, Banten pada Senin, 7 September sekitar pukul 14.00 waktu Indonesia Barat, dengan tujuan Gunung Anak Krakatau. Estimasi tiba sekitar 2 jam perjalanan, atau sekitar pukul 16.00 WIB.
Para jurnalis ini adalah M Bagus Khoirunnas, dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, dan Firman Daus dari Anadolu Agency, serta satu freelance yang bernama Donal. Sedangkan ada 3 ABK adalah Warta berusia 55 tahun, yang merupakan nakhoda atau kapten kapal, Surakman 60 tahun yang merupakan ABK dan Heriyanto 49 tahun yang bekerja sebagai pemandu atau guide.
Pukul 14.42 WIB Bagus Khoirunnas masih berkomunikasi dengan Abai, jurnalis Antara yang berada di Pulau Sebesi pada saat itu. Bagus juga sempat mengirimkan foto kepada istrinya. Namun 22 menit kemudian pada pukul 15.04 WIB, Abai sudah tidak bisa lagi menghubungi Bagus.
Dan pukul 18.13 WIB Heriyanto mengirimkan foto dari sekitar Gunung Anak Krakatau. Ini adalah jejak-jejak terakhir komunikasi dari orang-orang yang ada di atas kapal kepada orang lain.
Kondisi speedboat
Kondisi
speedboat yang disampaikan langsung oleh pemilik yang mengatakan bahwa kondisinya layak untuk berlayar, membawa dokumen perizinan, kemudian juga ada GPS
portable, ada jaket pelampung yang lengkap, sebelum akhirnya berangkat ke Gunung Anak Krakatau.
Kronologi operasi SAR
Laporan hilang kontak diterima
Basarnas pada siang hari tanggal 8 September. Akhirnya Tim Rescue USS Pandeglang yang bergerak menggunakan RIB 02 Banten dan penyisiran ini dilakukan ke arah Gunung Anak Krakatau (arena sekitar Pulau Rakata dan juga Pulau Panjang).
Sampai penyisiran berakhir sekitar pukul 18 WIB, 8 orang yang dicari masih belum ditemukan bahkan sampai saat ini.
Operasi SAR
Di hari yang sama ada upaya pencarian yang kemudian diperluas dengan melibatkan KN SAR Tetuka 247. Kapal ini bertolak dari Pelabuhan BBJ dengan melakukan penyisiran dan juga pemantauan visual sepanjang rute. Pukul 21.05 WIB tiba di perairan Sangiang, kapal tidak bisa lego jengkar karena arus cukup kencang. Pukul 22.12 waktu Indonesia Barat KN SAR Tetuka tiba dan bersandar di Pelabuhan Cewandan.
Selanjutnya pada 9 September 2026 operasi SAR kembali dilakukan. Kali ini melibatkan banyak unsur mulai dari KAL Anyer, KN SAR Tetuka, KP Sanjaya, KRI Kerambit, KRI Leuser, dan RIB Lampung.
Pencarian di perairan Selat Sunda termasuk di sekitar Gunung Anak Rakatau, sekitar Pulau Rakata dan juga di kawasan sekitar lainnya yang masuk ke dalam pemetaan Tim SAR pada saat melakukan pencarian.
Pola penyisiran ini dilakukan dengan membagi area menjadi beberapa sektor sehingga wilayah yang diperiksa bisa lebih luas dan terarah. Mudah-mudahan 8 orang yang dicari dalam operasi kali ini bisa segera ditemukan dengan selamat.
Sumber: Redaksi Metro TV