Basarnas Optimalkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Selama 7 Hari

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberilan pernyataan resmi terkait update hasil operasi pencarian jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, Kamis, 10 September 2026. (ANTARA/Azmi Samsul M)

Basarnas Optimalkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Selama 7 Hari

Silvana Febiari • 10 September 2026 17:35

Pandeglang: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dioptimalkan selama tujuh hari. Rombongan tersebut hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pandeglang, Banten.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan hal tersebut sesuai dengan standar pedoman International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).

"Operasi terus kita laksanakan. Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya," jelasnya, dilansir dari Antara, Kamis, 10 September 2026. 


Hingga hari ketiga, operasi pencarian terus digencarkan dengan melibatkan unsur lintas instansi. Area pencarian laut diperluas menjadi enam sektor, dari tiga sektor pada hari pertama dan lima sektor pada hari kedua.

Untuk mempercepat operasi, tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 11 kapal dari berbagai unsur. Armada tersebut terdiri dari KRI TNI AL, kapal Polairud Polri, kapal Basarnas, dan kapal pendukung dari potensi SAR lainnya.

"Kekuatan tersebut didukung oleh lebih dari 300 personel inti yang siaga di posko maupun di lapangan," ucapnya.


Speed boat SAR gabungan dari Basarnas dan TNI AL mendarat di Pantai Marina Carita, Banten, Kamis, 10 September 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.


Syafii menegaskan pemerintah berkomitmen untuk memaksimalkan proses pencarian dengan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

"Kita sangat berharap segera menemukan dan bisa menolong dalam kondisi selamat. Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera ditemukan dan bisa kita evakuasi," kata dia.

(Silvana Febiari)