Tim SAR gabungan memperluas area pencarian pada hari ketiga (H+3) operasi pencarian delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kapal penyelamat bertolak dari Pelabuhan Ciwandan, Banten, pada pukul 07.30 WIB dengan memanfaatkan kondisi perairan pagi hari yang cenderung lebih landai.
Pada hari ketiga ini, strategi pencarian ditingkatkan dari penyisiran permukaan biasa menjadi pola pergerakan zig-zag di setiap sektor yang telah ditentukan guna memaksimalkan pemantauan.
"Untuk H+3 ini, metode dan polanya tetap pembagian sektor. Namun, untuk unsur-unsur sendiri kita melakukan perjalanan dengan zig-zag. Kalau kemarin cuma menyisir saja, sekarang mulai zig-zag," ujar Komandan KAL Anyer I.3.64, Kapten Laut (P) Edi Dwi Widada, di Pelabuhan Ciwandan dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis 10 September 2026.
Penggunaan metode zig-zag ini dinilai lebih efektif untuk mendeteksi keberadaan korban maupun tanda-tanda darurat di tengah laut.
Selain perubahan metode, area penyisiran turut diperluas dengan mengerahkan tambahan personel serta alat utama sistem senjata (alutsista) di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Sektor pencarian kini mencakup wilayah utara Pulau Sangiang, perairan Lampung, hingga sisi timur Selat Sunda.
Sebelumnya, lima jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kelima jurnalis tersebut sebelumnya berangkat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.
Kelima jurnalis yang masih dalam pencarian tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan pewarta lepas.
Selain lima jurnalis, tiga orang lain dalam rombongan juga dilaporkan hilang kontak, yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.