Bikin Takjub! Stasiun Chongqing Timur Bisa Tampung 16 Ribu Penumpang per Jam

2 June 2026 12:55

Jakarta: China kembali menarik perhatian dunia lewat proyek infrastruktur transportasi berskala masif. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Stasiun Kereta Api Chongqing Timur, yang disebut sebagai salah satu stasiun kereta cepat terbesar di dunia berdasarkan luas area.

Dengan ukuran setara ratusan lapangan sepak bola dan kapasitas melayani ribuan penumpang per jam, stasiun ini menjadi simbol ambisi China dalam memperluas jaringan transportasi modernnya.

Kehadiran Chongqing Timur sekaligus mempertegas posisi China sebagai negara dengan jaringan kereta cepat terbesar di dunia yang terus berkembang untuk melayani miliaran perjalanan setiap tahunnya.
 



Kota Chongqing sendiri memiliki enam stasiun kereta api utama, yakni Chongqing Utara, Chongqing Barat, Shapingba, Chongqing, Chongqing Selatan, dan Chongqing Timur. Di antara seluruh stasiun tersebut, Chongqing Timur menjadi yang paling menonjol karena skala pembangunan dan kapasitasnya yang sangat besar.

Luas Setara 170 Lapangan Sepak Bola

Melansir dari VN Express, Stasiun Kereta Api Chongqing Timur berlokasi di Distrik Nan'an, Kota Chongqing, China. Stasiun ini memiliki luas sekitar 1,22 juta meter persegi, atau setara dengan sekitar 170 lapangan sepak bola.

Ukurannya bahkan disebut hampir lima kali lebih besar dibandingkan Grand Central Terminal di New York, Amerika Serikat. Selain area stasiun utama, terdapat pula kawasan komersial seluas sekitar 1,7 juta meter persegi yang terintegrasi dan masih terus dikembangkan.

Stasiun ini mulai beroperasi bersamaan dengan dibukanya jalur kereta cepat koridor Chongqing Timur–Qianjiang yang menjadi bagian dari jaringan kereta cepat Chongqing–Xiamen.

Dibangun Hanya dalam 38 Bulan

Melansir dari The Economic Times, pembangunan Stasiun Kereta Api Chongqing Timur berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 38 bulan. Proyek ini memanfaatkan berbagai teknologi modern, termasuk penggunaan robot konstruksi untuk mempercepat proses pembangunan.

Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai 7,8 miliar dolar AS. Kehadiran stasiun ini diproyeksikan menjadi pusat transportasi utama bagi jaringan kereta cepat di wilayah barat daya China.

Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan proyek ini adalah kondisi geografisnya. Stasiun dibangun di kawasan pegunungan sehingga para insinyur harus melakukan pemotongan, perataan, dan pembentukan ulang kontur wilayah sebelum konstruksi dimulai.

Tantangan tersebut menjadikan Chongqing Timur sebagai salah satu proyek pembangunan stasiun paling kompleks yang pernah dikerjakan di China.

Mampu Melayani 16 Ribu Penumpang per Jam

Masih mengutip The Economic Stasiun Kereta Api Chongqing Timur memiliki 29 peron dan 15 jalur kereta api.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk melayani hingga 16.000 penumpang per jam pada periode sibuk. Bangunan stasiun juga dibuat bertingkat hingga delapan lantai untuk mengakomodasi tingginya mobilitas penumpang.

Selain itu, setiap peron memiliki panjang lebih dari 400 meter agar mampu melayani rangkaian kereta cepat berukuran panjang yang menjadi bagian dari ekspansi jaringan kereta berkecepatan tinggi China.

Mengapa Dibangun Sebesar Itu?

Melansir dari The B1M, ukuran Chongqing Timur yang sangat besar tidak terlepas dari posisi strategis Kota Chongqing dalam sistem transportasi nasional China. Kota ini ditetapkan sebagai salah satu pusat utama jaringan kereta cepat yang menghubungkan berbagai wilayah di negara tersebut.

Dengan lebih dari tiga miliar perjalanan yang dilakukan melalui jaringan kereta cepat China sepanjang 2024, kebutuhan akan stasiun berkapasitas besar menjadi semakin penting. Karena itu, Chongqing Timur dirancang bukan hanya sebagai stasiun kereta api, melainkan juga sebagai pusat mobilitas modern yang mengintegrasikan transportasi, bisnis, dan aktivitas masyarakat dalam satu kawasan.
 

Nah, kehadiran Stasiun Kereta Api Chongqing Timur menunjukkan bagaimana China terus berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur berskala besar untuk mendukung mobilitas warganya. Dengan ukuran yang luar biasa, kapasitas tinggi, dan teknologi modern yang digunakan, stasiun ini tidak hanya menjadi fasilitas transportasi, tetapi juga simbol ambisi China dalam membangun konektivitas masa depan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Jessica Nur Faddilah)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)