Zein Zahiratul Fauziyyah • 7 February 2026 10:21
Jakarta: Ajang CL Cup Mural Competition 2026 resmi digelar di Mal Ciputra Jakarta pada 6–7 Februari 2026. Pada hari pertama, kompetisi seni lukis dinding ini menjadi panggung adu kreativitas pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah penyangga ibu kota.
Puluhan peserta yang berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berkompetisi secara berkelompok, dengan maksimal lima orang dalam satu tim. Di tengah ruang publik pusat perbelanjaan, para pelajar ini ditantang untuk tidak sekadar menggambar, tetapi juga menyampaikan gagasan visual yang relevan dan komunikatif.
Mengusung tema “
Shopping Makes Moments”, kompetisi ini mendorong peserta menginterpretasikan pengalaman berbelanja dari sudut pandang generasi muda. Melalui mural, para pelajar mencoba menangkap dinamika interaksi sosial, kebahagiaan, hingga momen keseharian yang kerap luput dari perhatian, lalu menerjemahkannya ke dalam visual yang atraktif dan bermakna.
Dalam kompetisi ini, total hadiah Rp20 juta diperebutkan untuk Juara I hingga III serta Juara Favorit di setiap kategori. Insentif tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk menekuni
seni rupa tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai jalur prestasi.
Guna menjaga kualitas dan kredibilitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari kalangan profesional. Mereka terdiri atas Jerold Bernhard Pakasi dari tim desain Mal Ciputra Jakarta, Diana Dwi Sarah Tobing dari tim Planning & Design Ciputra Group, serta Pandu Rukmi Utomo, dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Ciputra.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan empat aspek utama, yakni orisinalitas (25 persen), kesesuaian tema (25 persen), visualisasi dengan bobot terbesar sebesar 30 persen, serta kekuatan pesan mural agar mudah dipahami publik (20 persen). Skema ini menegaskan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup; peserta juga dituntut mampu bercerita melalui visual.
Manajemen Mal Ciputra Jakarta menilai kompetisi ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan ruang pembelajaran dan ekspresi bagi generasi muda. Melalui karya mural, seni diharapkan dapat hadir lebih dekat dengan publik sekaligus memperkaya pengalaman berbelanja lewat sentuhan estetika dan pesan kreatif dari para pelajar.
(Muhammad Fauzan)