1 September 2026 11:13
Luka akibat bencana tidak hanya terlihat dari kerusakan bangunan, tetapi juga menyisakan trauma mendalam bagi para korbannya, terutama anak-anak. Menanggapi hal tersebut, tim gabungan psikologi Polri menggelar kegiatan trauma healing bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman yang sempat hilang akibat guncangan gempa. Melalui pendekatan yang humanis, anak-anak diajak untuk kembali bermain, bercerita, dan tertawa di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Berbagai metode psikologi digunakan dalam kegiatan ini, mulai dari relaksasi, terapi khusus, hingga permainan interaktif. Salah satu personel yang terjun langsung adalah anggota Polda Jawa Timur dengan latar belakang pendidikan psikologi, Bripda Mutiara Pamungkas Wibowo.
"Selama di sini, kita menghibur teman-teman (korban gempa). Kita memberikan terapi Yosef, relaksasi, dan juga berbagai permainan agar mereka merasa senang dan trauma mereka perlahan hilang," kata Bripda Mutiara dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 1 September 2026.