13 March 2026 18:50
Jakarta: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, meminta pemerintah mengantisipasi potensi tekanan terhadap APBN 2026 seiring memanasnya konflik di Timur Tengah. Pemerintah diminta untuk lebih selektif menentukan program-program prioritas.
Said menilai pemerintah perlu menyisir sejumlah program yang belum menjadi prioritas utama agar tersedia ruang fiskal dan juga cadangan anggaran yang lebih kuat.
"Itu kami berharap agar dilakukan penajaman program yang prioritas dan mendesak. Itu yang pertama dan itu memang harus dilanjutkan, namanya juga program prioritas dan mendesak," ujar Said, dalam program Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 13 Maret 2026.
Selain itu, pemerintah juga diminta meningkatkan ketepatan sasaran pada program subsidi, khususnya elpiji, yang dinilai masih banyak dinikmati pihak yang tidak berhak.