Ratusan Warga Pekalongan Protes Lambannya Penanganan Banjir

10 February 2026 11:45

Aksi unjuk rasa ratusan warga di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melumpuhkan jalur Pantura pada Senin, 9 Februari 2026, siang. Massa dari empat desa di Kecamatan Tirto melakukan long march sebagai bentuk protes atas banjir yang telah berlangsung selama 25 hari. 

Lebih dari 700 warga dari Desa Tegaldowo, Mulyorejo, dan Karangjompo, menutup jalur utama Pantura saat melakukan long march menuju kantor Kecamatan Tirto. 

Kemacetan panjang tidak terhindarkan saat massa membentangkan spanduk kekecewaan atas lambannya penanganan banjir. Warga menyebutkan, banjir di wilaya Tirto Utara terjadi setiap tahun dengan durasi lebih dari satu bulan. Kondisi ini telah melumpuhkan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan warga. 
 

Baca juga: BMKG: Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga Pertengahan Februari


Menanggapi tuntutan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyatakan telah menetapkan status tanggap bencana sejak 27 Januari lalu. Asiten 1 Bidang Perekonomian menyebut, Pemkab telah menyepakati tujuh poin kerja sama dengan warga. Poin kesepakatan tersebut meliputi pembangunan rumah pompa, perbaikan tanggul Sungai Sengkarang, hingga normalisasi drainase. 

Meski sempat terjadi miskomunikasi terkait status bencana, Pemkab berjanji akan mempercepat proses pengerjaan di lapangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)