Sikka: Aktivitas di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali normal. Ruang tunggu di pelabuhan tersebut sempat ambruk setelah diguncang gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ratusan penumpang mengantre untuk melakukan penyeberangan menggunakan kapal Pelni KM Tidar. Lantaran ruang tunggu belum sepenuhnya pulih, ratusan penumpang melakukan aktivitas menunggu, membeli tiket, dan melakukan check-in pemberangkatan di halaman PT Pelindo Maumere.
"Khusus kegiatan penumpang, kami sementara siapkan tenda keberangkatan darurat untuk memastikan pelayanan terhadap penumpang tetap bisa berlangsung dengan normal," ujar GM PT Pelindo Maumere Angga Adi Prebawa, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pelabuhan Lorens Say juga dipastikan tetap berjalan normal untuk melayani kedatangan logistik bantuan bagi para korban gempa bumi Flores yang melewati jalur laut.
"Begitu pula dengan kegiatan barang atau logistik-logistik, kami pastikan juga semuanya dapat ditangani dengan baik dan aman," ujar Angga.
Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan gempa bumi tektonik kembali terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 05.45 WIB. Hasil analisis
BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo (M) 5,8 pada kedalaman 10 kilometer.
"Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi tidak berpotensi tsunami," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam siaran pers resminya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pusat gempa bumi yang terjadi pada waktu subuh itu terletak pada koordinat 8,35° LS dan 120,63° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik belakang busur Flores (Flores Back-Arc Thrust).
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," katanya.