Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 71 yang terletak di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, kini masuk dalam status kritis. Volume lumpur beserta air di dalam kolam penampungan dilaporkan telah melampaui ketinggian tanggul yang mencapai 15 meter, sehingga berpotensi besar mengancam jalur rel kereta api dan jalan raya nasional di sekitarnya.
Menghadapi situasi tersebut, Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) saat ini harus bekerja ekstra keras untuk mengantisipasi potensi luberan. Pengendapan lumpur di Kelurahan Siring yang telah melampaui batas tanggul menjadi ancaman nyata bagi infrastruktur vital. Kondisi kerawanan serupa juga terjadi di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, di mana rembesan air lumpur mulai muncul di beberapa titik tanggul dan memicu kekhawatiran warga yang masih trauma dengan peristiwa jebolnya tanggul pada 2014 silam.
Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, mendesak pihak terkait untuk segera mengambil langkah penanganan yang cepat dan tepat agar dampak buruk bisa dihindari. Menurutnya, karakteristik tanah di kawasan tersebut sangat rentan sehingga membutuhkan perhatian ekstra dari pemerintah.
"Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Kalau memang ada beberapa titik tanggul yang kritis, baik di Siring ataupun di titik tanggul yang lain. Karena di sekitar lumpur Lapindo tersebut mengalami
land subsidence atau penurunan tanah. Artinya, kalau tidak betul-betul diantisipasi dan segera ditanggulangi, maka bisa sangat membahayakan sekitarnya," ucap Abdillah Nasih dikutip dari
Headline News, Metro TV, Senin 15 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Sabino Mariano, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan ketat di area rawan bencana tersebut. Kondisi saat ini dinilai masih terkendali, namun langkah antisipasi tetap disiagakan untuk menghadapi potensi perubahan cuaca.
"Kami sudah melakukan monitoring dan pemantauan di lokasi. Sesuai yang kami lihat, karena memang musim kemarau, tanggul saat ini masih dalam kondisi aman. Tetapi perlu menjadi catatan, ketika terjadi hujan deras atau cuaca ekstrem, yang perlu diantisipasi adalah genangan air di kolam penampungannya," jelas Sabino.