Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun juga menepis anggapan jika Thomas Djiwandono yang juga keponakan Presiden Prabowo akan mengikis independensi BI dalam mengambil keputusan moneter nantinya. Politisi partai Golkar tersebut lantas mengharapkan publik tidak membesar-besarkan isu tersebut untuk menyerang personal kompetensi calon yang ditunjuk Prabowo tersebut.
"Saya ingin meyakinkan kepada pasar bahwa apa yang berkaitan dengan hal-hal yang menjadi kebijakan moneter, kebijakan fiskal itu dikonsolidasikan tanpa saling melakukan intervensi," ucapnya dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia menegaskan kebijakan fiskal harus bebas intervensi politik.
"Tidak ada intervensi di sana. Bank Indonesia dijaga independensinya. Semua kebijakan-kebijakan yang keluar itu adalah sebuah keputusan profesional murni dari para pengambil kebijakan," ujarnya.
Sementara itu, Komisi XI DPR RI siap menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada pekan ini. Proses tersebut dilakukan untuk memilih pengganti Deputi Gubernur BI Juda Agung.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan bahwa tiga nama yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah dibahas di Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI. Ketiga kandidat tersebut adalah Dicky Kartikoyono, Solikin M. Juhro, serta Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto.