Dasco Tegaskan Thomas Djiwandono Bukan Lagi Anggota Partai Gerindra

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Dasco Tegaskan Thomas Djiwandono Bukan Lagi Anggota Partai Gerindra

Fachri Audhia Hafiez • 21 January 2026 13:52

Jakarta: Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono telah resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra. Hal ini disampaikan menyusul masuknya nama Thomas dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menggantikan Juda Agung.

"Sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus, kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.
 


Wakil Ketua DPR itu menjelaskan, Thomas sudah tidak masuk dalam struktur kepengurusan sejak Musyawarah Nasional (Munas) Partai Gerindra sebelumnya. Secara administratif, Thomas juga telah melayangkan surat pengunduran diri dari partai per 31 Desember 2025 guna memenuhi syarat profesionalisme di bank sentral.

Terkait proses seleksi, Dasco meluruskan bahwa usulan tiga nama calon pengganti tersebut murni berasal dari internal Bank Indonesia, bukan inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Presiden hanya meneruskan surat dari Gubernur BI kepada DPR untuk ditindaklanjuti melalui uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

"Jadi, usulan nama-nama itu bukan dari Presiden, tetapi dari Gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri," ujar Dasco.

Menurut Dasco, pengusulan Thomas beserta dua kandidat lainnya diputuskan oleh BI secara kolektif kolegial. Ia menekankan bahwa posisi Deputi Gubernur BI bersifat independen dan setiap keputusan penting diambil secara bersama-sama oleh dewan gubernur lainnya.

"Jadi, ya bagaimana kemudian seorang deputi bisa mengambil keputusan-keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain itu tidak mungkin," tegas Dasco.


Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. Foto: Dok. Kemenkeu.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga telah mengonfirmasi bahwa munculnya nama Thomas Djiwandono dipicu oleh surat pengunduran diri yang diajukan oleh Deputi Gubernur BI Juda Agung.

"Jadi, berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)