OECD Pangkas Proyeksi, Menkeu Tegaskan Ekonomi Indonesia Masih Stabil

30 March 2026 19:06

Jakarta: Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026–2027 akibat meningkatnya risiko global di Timur Tengah. Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai perekonomian nasional masih stabil dan jauh dari krisis.

Berdasarkan laporan OECD Economic Outlook Interim Report: Testing Resilience pekan lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan hanya 4,8 persen pada 2026 dan 5 persen pada 2027. Angka ini lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya pada Desember 2025, yaitu 5 persen untuk 2026 dan 5,1 persen untuk 2027.

Revisi proyeksi ini dipicu oleh kondisi perang yang terus berlangsung di Timur Tengah yang berdampak pada hampir semua negara di dunia hingga akhirnya mendorong OECD memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia.
 

Baca Juga: Penerapan Konsep Ekonomi Soemitronomics Dinilai Positif

Sementara itu, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap stabil meskipun konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas. Lebih lanjut, Purbaya menilai perekonomian Indonesia tetap stabil dan jauh dari krisis karena didukung oleh indikator domestik yang menujukkan tren positif, termasuk meningkatnya konsumsi masyarakat.

"Siapa yang bilang krisis? libur lebaran kemarin di semua tempat pada belanja artinya daya beli ada dan kalau kita lihat dari indikator-indikator yang ada, kita memang sedang bergerak lebih cepat walaupun globalnya seperti itu," ujar Purbaya, dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Senin, 30 Maret 2026.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)