Jakarta: Perayaan Idulfitri di Indonesia tidak hanya berlangsung satu hari. Di beberapa daerah, terdapat tradisi lanjutan yang tetap menjaga semangat kebersamaan, salah satunya adalah Lebaran Topat di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTT).
Tradisi yang Dirayakan Seminggu Setelah Lebaran
Lebaran Topat merupakan tradisi khas masyarakat suku Sasak yang dirayakan sekitar satu minggu setelah Idulfitri, tepatnya pada hari ketujuh bulan Syawal. Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Lebaran yang masih terus berlangsung di Lombok.
Dalam perayaan ini, masyarakat berkumpul di berbagai tempat seperti pantai, taman, hingga kawasan wisata. Mereka membawa ketupat dan berbagai hidangan khas untuk dinikmati bersama.
Ketupat menjadi simbol utama dalam Lebaran Topat. Selain sebagai makanan khas, ketupat juga melambangkan rasa syukur, kebersamaan, dan kebahagiaan setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.
Diisi Silaturahmi hingga Tradisi Lempar Ketupat
Lebaran Topat tidak hanya diisi dengan makan bersama. Masyarakat juga melakukan silaturahmi, doa bersama, hingga tradisi saling melempar ketupat sebagai bentuk kegembiraan.
Suasana perayaan biasanya berlangsung meriah karena dihadiri oleh keluarga, tetangga, hingga wisatawan yang ingin menyaksikan tradisi tersebut secara langsung.
Warisan Budaya yang Terus Dilestarikan
Sobat MTVN Lens, Lebaran Topat bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sasak.
Melalui perayaan ini, nilai kebersamaan dan rasa syukur terus hidup, sekaligus memperkaya ragam tradisi Lebaran di Indonesia.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.