17 April 2026 11:34
Ketegangan di wilayah perairan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Iran mengeluarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat (AS). Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, mengancam pihaknya tidak akan ragu untuk menghentikan seluruh aktivitas perdagangan laut jika AS terus melanjutkan aksi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dalam pernyataan resminya, Abdollahi memperingatkan Amerika Serikat agar tidak memicu kekacauan di Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa Iran akan bertindak tegas demi membela kedaulatan nasional dan kepentingan negara. Menurutnya, tindakan AS yang menimbulkan ketidakamanan bagi kapal dagang serta tanker minyak Iran merupakan bentuk pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Abdollahi menegaskan angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor maupun impor berlangsung di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah. Meskipun tidak merinci negara mana saja yang akan terdampak, cakupan wilayah yang disebut mencakup jalur logistik global yang sangat luas dan vital bagi pasokan energi dunia.
| Baca juga: Kilang Minyak Terbesar Australia Terbakar, Ketahanan Energi Terancam |