Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat operasi Search and Rescue (SAR) dalam penanganan hilang kontak dan tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan. Pengerahan kekuatan ini dilakukan secara terpadu guna mendukung proses pencarian, evakuasi, hingga identifikasi korban dan pelayanan bagi pihak keluarga.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Yudo Wismandiko, menegaskan bahwa fokus kepolisian saat ini difokuskan pada upaya penyelamatan nyawa.
"Prioritas Polri saat ini adalah mendukung pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang maupun awak kapal yang masih belum ditemukan," ujar Brigjen Pol Yudo Wismandiko dikutip dari Primetime News, Metro TV, Minggu 13 September 2026.
Berdasarkan data sementara, KM Virgo Transport 8 yang sedang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan hilang kontak pada Minggu dini hari. Titik terakhir kapal tersebut diperkirakan berjarak sekitar 86 mil laut dari Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Guna mengoptimalkan jangkauan penyisiran dan evakuasi di Laut Jawa, Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri telah menerjunkan tiga armada kapal polisi terdekat menuju lokasi kejadian. Ketiga armada tersebut meliputi KP Laksmana 7012, KP Ibis 6001, dan KP Manyar 5003.
Selain berfokus pada operasi pencarian dan evakuasi di perairan, Polri juga telah menyiapkan dukungan medis dan forensik dengan membangun posko Disaster Victim Identification (DVI). Posko DVI tersebut disiagakan di dua titik utama, yakni di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, guna mempercepat proses identifikasi serta memberikan pelayanan informasi kepada keluarga korban.