2 Pekan Lebih, Banjir di Jawa Tengah Belum juga Surut

29 January 2026 09:32

Jakarta: Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pati dan Kudus, Jawa Tengah, hingga saat ini masih belum surut. Banjir di Pati bahkan kembali meninggi, padahal sebelumnya sudah sempat surut.

Banjir di wilayah Jawa Tengah yang rutin terjadi setiap tahun tidak lagi semata-mata disebabkan curah hujan tinggi, melainkan karena perubahan daya dukung lingkungan yang membuat bencana sulit dihindari. 

Sudah 2 pekan lebih, banjir belum juga surut, di antaranya di Pati, Kudus, dan Demak. 

Banjir Pati


Jumlah desa terdampak banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai berkurang seiring dengan menurunnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, dari sebelumnya mencapai 60 desa kini tersisa 58 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.

Sementara itu, jumlah rumah terdampak banjir tercatat sebanyak 6.883 rumah dengan total 9.170 keluarga atau sekitar 25.698 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 562 keluarga atau 1.335 jiwa yang tersebar di sejumlah tempat umum maupun mengungsi ke rumah saudara atau kerabat yang tidak terdampak banjir.

Dalam rangka penanganan cepat dampak bencana, BPBD Kabupaten Pati terus melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pemerintah daerah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, terutama terkait penyiapan lokasi evakuasi bagi para pengungsi.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak, BPBD bersama instansi terkait juga telah mendirikan dapur umum di seluruh kecamatan yang terdampak banjir.


Banjir di Demak


Sebanyak enam desa di empat kecamatan terdampak banjir di wilayah Demak. Enam desa tersebut masing-masing berada di Kecamatan Sayung, Demak, Bonang, dan Karangtengah. 

Sementara itu, jumlah rumah terdampak banjir tercatat sebanyak 2.118 buah, sementara jumlah warga terdampak sebanyak 9.112 jiwa.

Banjir di Kudus


BPBD Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mencatat banjir di semua daerah saat ini mulai surut, sehingga para pengungsi mulai pulang ke rumah masing-masing, meskipun saat ini masih ada yang berada di tempat pengungsian.

Sebanyak delapan desa di tiga kecamatan masih terdampak banjir. Sementara warga terdampak banjir sebanyak 2.264 keluarga atau 7.174 jiwa.

"Bencana banjir yang terjadi di Jateng tidak dapat dipahami semata sebagai fenomena alam, tetapi sebagai manifestasi dari kegagalan tata ruang dalam menjaga keseimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan," kata Deputi Direktur Walhi Jateng Nur Cholis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)