Tekan Konsumsi BBM, Pemkot Salatiga Gagas Gerakan Jumat Bebas Kendaraan Bermotor

1 April 2026 00:41

Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menerapkan langkah efisiensi energi melalui gerakan Jumat Bebas Kendaraan Bermotor. Kebijakan ini diambil sebagai upaya strategis untuk menekan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Berbeda dengan kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan di beberapa instansi lain, Pemkot Salatiga memilih untuk tetap mewajibkan pegawainya hadir secara fisik namun dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi. Seluruh pegawai, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun karyawan swasta, kini diimbau untuk beralih menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan saat menuju kantor.
 

Baca juga: Perintah Ekonomi Presiden 28 Maret

Dalam pelaksanaannya, pegawai yang berdomisili dekat dengan lokasi kerja disarankan untuk berjalan kaki atau bersepeda. Sementara bagi mereka yang tinggal cukup jauh, pemerintah mendorong penggunaan transportasi umum guna memberdayakan kembali sektor angkutan publik di kota tersebut.

"Hari Jumat ini semua ASN bahkan semua pegawai swasta pun kita (imbau) tidak menggunakan mobil ke kantor. Yang dekat bisa jalan kaki atau bersepeda, yang agak jauh pergunakanlah transportasi umum," ungkap Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan.

Selain penghematan BBM, gerakan ini diharapkan dapat membiasakan masyarakat untuk berolahraga ringan melalui jalan kaki. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan Gubernur untuk membudayakan pola hidup sehat di tengah masyarakat.

Komitmen efisiensi energi Pemkot Salatiga tidak hanya berhenti pada sektor transportasi. Pemerintah setempat juga mulai mendorong penggunaan energi alternatif, seperti tenaga surya, di kantor-kantor pelayanan publik. Langkah ini dilakukan untuk menghemat konsumsi listrik secara signifikan di instansi pemerintah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)