Orang Tua Murid Adukan Konflik UIN-Yayasan ke Ombudsman

3 September 2026 15:00

Sejumlah orang tua murid resmi melaporkan perseteruan antara UIN Syarif Hidayatullah dan Yayasan Syarif Hidayatullah ke Ombudsman Republik Indonesia, Kamis, 3 September 2026. Konflik antar-institusi pendidikan ini dinilai telah merugikan siswa secara psikis dan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).

Para orang tua mengungkapkan bahwa ketegangan yang terjadi di lingkungan sekolah telah menyebabkan trauma bagi anak-anak mereka. Akibatnya, banyak siswa yang merasa takut dan enggan untuk masuk sekolah.

"Jaminan garansi soal KBM tidak terganggu. Bentuk follow-up dari kejadian tersebut untuk korban-korban yang dirugikan, bentuk penyelesaiannya gimana, lewat apa konseling atau lain-lain. Yang terakhir ya kita juga minta untuk agar kita juga tenang, minta pihak berwajib juga turun. Maksudnya itu yang kita saksikan semua tadi itu kan kita laporkan, tapi sampai sekarang belum ada apa tindak lanjut," ujar salah satu perwakilan orang tua murid Briyan, dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 3 September 2026.


Selain dampak psikis, wali murid juga merasa kecewa karena telah membayar biaya pendidikan hingga puluhan juta rupiah, namun tidak mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan belajar bagi anak-anak mereka.

Ketua Ombudsman RI, Nuzran Joher, menyatakan pihaknya akan segera memfasilitasi pertemuan tiga pihak (tripartite) yang melibatkan pihak yayasan, universitas, dan orang tua murid. Ombudsman berkomitmen untuk menelusuri adanya dugaan penyalahgunaan wewenang atau kelalaian prosedur (maladministrasi) dalam konflik ini.

"Konflik dalam tanda petik yang masih proses hukum mengganggu proses belajar dan mengajar di yayasan tersebut dan secara lebih dalam mengganggu psikologis anak. Teman-teman dari tim pemeriksa Ombudsman akan melihat bahwa ini terjadi nggak apa ada peluang atau ada maladministrasi," tegas Nuzran Joher.

Ombudsman mengimbau kedua institusi untuk menahan diri demi kepentingan terbaik siswa. Fokus utama saat ini adalah memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan tenang dan normal tanpa bayang-bayang konflik antar-lembaga.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X