21 October 2026 20:21
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di area konsesi dua perusahaan di Kalimantan Tengah. Permintaan tersebut disampaikan setelah ia meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 20 Oktober.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, Rizky menyoroti kesiapan dua perusahaan dalam menghadapi karhutla yang dinilai belum memadai, padahal kebakaran terjadi di wilayah konsesi mereka sendiri. Selain masalah penanganan api, ia mencurigai adanya aktivitas pembukaan lahan kelapa sawit skala luas menggunakan alat berat.
Kecurigaan tersebut diperkuat oleh rekaman udara yang memperlihatkan titik-titik api membentuk pola berbaris di jalur yang diduga telah dibuka sebelumnya.
Saat meninjau lokasi PT PWN Panca Nusa perusahaan yang izinnya telah ditarik oleh Kementerian Kehutanan, Rizky mengaku terkejut menemukan penumpukan kayu dalam jumlah sangat besar yang disinyalir hasil kegiatan ilegal.
"Kami di PT PWN Panca Nusa yang kemarin izinnya ditarik oleh Kementerian Kehutanan ya. Inilah di lapangan terus terang kami terkejut juga, hampir posisi RKT tahun ini tidak ada. Ini kita bisa lihat di panggung kayu sebelah sini tadi, sebelah sana, ini bisa dibilang ribuan kubik yang sudah keluar. Ini kalau kita hitung, ini tindakannya bukan tindakan legal ini," ujar Rizky Aditya Putra dalam tayangan Primetime News Metro TV, Rabu, 21 Oktober 2026.