Jakarta: Bulan Juni 2026 menjadi waktu yang menarik untuk melihat berbagai fenomena astronomi. Sejumlah fenomena langit diprediksi akan menghiasi malam dan dini hari, mulai dari pertemuan planet-planet terang, parade planet, hingga kemunculan Bulan Stroberi atau Strawberry Moon. Beberapa peristiwa bahkan dapat diamati tanpa bantuan teleskop selama kondisi cuaca mendukung.
Berikut beberapa fenomena yang akan terjadi pada Juni:
Konjungsi Venus dan Jupiter pada 8-9 Juni
Salah satu fenomena yang paling dinantikan adalah konjungsi
Venus dan
Jupiter yang terjadi pada 8-9 Juni 2026. Dalam fenomena ini, dua planet paling terang di langit malam akan tampak berada sangat dekat jika dilihat dari Bumi.
Venus dan Jupiter dapat diamati di langit barat daya sesaat setelah matahari terbenam hingga sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Keduanya akan terlihat sebagai titik cahaya yang sangat terang dengan jarak tampak hanya sekitar selebar satu jari tangan yang direntangkan.
Parade Planet pada 11-18 Juni
Dalam peristiwa ini, Merkurius, Venus, dan Jupiter tampak berbaris di langit jika dilihat dari perspektif pengamat di Bumi. Meski sebenarnya ketiga planet tersebut terpisah sangat jauh di ruang angkasa, posisi orbitnya membuat mereka terlihat membentuk susunan yang menarik. Fenomena ini paling mudah diamati dari lokasi yang memiliki pandangan terbuka ke arah barat.
Bulan Baru dan Mengamati Bimasakti pada 15 Juni
Pada 15 Juni 2026, Bulan akan memasuki fase Bulan Baru. Pada fase ini, posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga sisi Bulan yang menghadap ke Bumi tidak menerima cahaya matahri.
Kondisi langit yang lebih gelap akibat minimnya cahaya bulan menjadikan periode ini sebagai waktu ideal untuk menikmati objek-objek langit seperti, gugusan bintang, nebula, hingga inti Galaksi Bimasakti (Milky Way) dengan lebih jelas.
Mars Bertemu Gugusan Bintang Pleiades pada 28 Juni
Planet Mars tampak mendekati gugusan bintang Pleiades atau M45 di konstelasi Taurus. Peristiwa ini dapat diamati sekitar pukul 03.00 dini hari di langit timur laut. Pleiades dikenal sebagai gugusan bintang yang memancarkan cahaya kebiruan, sedangkan Mars memiliki warna kemerahan yang khas.
Strawberry Moon pada 30 Juni
Menjelang akhir bulan, langit akan dihiasi Bulan Purnama penuh yang dikenal sebagai Strawberry Moon atau Bulan Stroberi. Nama tersebut bukan karena warna Bulan berubah menjadi merah muda, melainkan berasal dari tradisi suku asli Amerika Utara yang menggunakan bulan purnama Juni sebagai penanda musim panen stroberi.
Fenomena ini juga menjadi bulan purnama pertama setelah titik balik matahari musim panas (summer solstice) yang terjadi pada 21 Juni. Menariknya, Bulan Purnama Juni memiliki lintasan paling rendah di langit dibandingkan bulan purnama lainnya sepanjang tahun karena berdekatan dengan posisi Matahari yang sedang berada pada titik tertinggi di langit siang.
Akibat adanya fenomena ini, bulan akan tampak lebih rendah dan sering terlihat lebih besar saat terbit maupun terbenam.
(Jessica Nur Faddilah)