30 January 2026 23:52
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penyebutan namanya dalam dugaan kasus korupsi kuota haji tahun 2024. Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan arahan maupun perintah yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di Surakarta, Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa sebagai Presiden pada saat itu, setiap program kerja menteri memang berada dalam kerangka kebijakan dan arahan presiden, namun tidak pernah ada perintah untuk melakukan praktik melawan hukum.
“Dalam setiap kasus pasti sering dikaitkan dengan nama saya, karena apa pun program dan kerja menteri pasti dari kebijakan dan arahan presiden. Tetapi tidak ada yang namanya perintah atau arahan untuk korupsi, itu tidak ada,” ujar Jokowi.
| Baca juga: Gus Yaqut Irit Bicara Usai Diperiksa KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji |