Terlalu Lama Menahan Lapar, Ini Cara Tubuh Bertahan dalam Kondisi Darurat-Tips Kesehatan

28 December 2025 09:26

Jakarta: Kesibukan yang tinggi atau penerapan diet yang terlalu ketat sering kali membuat seseorang mengabaikan rasa lapar dan membiarkan perut kosong dalam waktu lama. Namun, di balik rasa tidak nyaman tersebut, tubuh manusia sebenarnya sedang melakukan serangkaian kompensasi darurat guna bertahan hidup. 

Para ahli medis memperingatkan bahwa terdapat perubahan signifikan pada sistem hormonal dan mekanisme pembakaran energi saat asupan nutrisi terhenti dalam periode tertentu.
 

 

Cadangan Energi Pertama yang Dihabiskan Tubuh

Pada enam jam pertama tanpa asupan makanan, tubuh mulai menghabiskan cadangan gula atau glukosa dalam darah sebagai sumber energi utama. Ketika glukosa habis, kadar hormon Insulin (hormon yang mengatur kadar gula dalam darah) akan menurun secara drastis. Kondisi ini memaksa tubuh memasuki fase Ketosis (proses alami tubuh saat membakar lemak sebagai sumber energi utama pengganti karbohidrat).

Dampak Langsung pada Otak dan Emosi

Dampak menahan lapar yang terlalu lama juga akan dirasakan langsung oleh otak yang memerlukan asupan energi stabil untuk berfungsi optimal. Saat pasokan energi menipis, otak akan mengalami penurunan fungsi kognitif yang mengakibatkan konsentrasi menurun serta munculnya rasa pusing. Selain itu, kondisi emosional menjadi tidak stabil atau sering disebut sebagai "Hangry" (perpaduan antara lapar dan marah akibat respon kimiawi otak).

Metabolisme Melambat sebagai Bentuk Pertahanan

Jika kondisi lapar dibiarkan melewati batas kewajaran, tubuh secara otomatis akan masuk ke dalam mode hemat energi atau mekanisme pertahanan diri. Pada fase ini, Metabolisme (proses kimiawi dalam tubuh untuk mengolah zat makanan menjadi energi) akan melambat secara signifikan. Hal ini merupakan upaya alami tubuh agar cadangan energi yang tersisa tidak cepat habis digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
 
Risiko yang paling berbahaya terjadi ketika tubuh mulai melakukan katabolisme ekstrem karena kehabisan cadangan lemak. Tubuh akan mulai memecah protein yang terkandung di dalam otot untuk diubah menjadi energi cadangan demi menyelamatkan organ-organ vital. Alih-alih mendapatkan tubuh yang sehat melalui diet ketat, seseorang justru berisiko kehilangan massa otot yang menyebabkan tubuh menjadi lemah dan tidak proporsional.

Pola Makan Seimbang Tetap Jadi Kunci Utama

Menjaga pola makan yang teratur dan bergizi seimbang merupakan kunci utama agar "mesin" tubuh tetap bekerja secara optimal. Para pakar kesehatan sangat tidak menyarankan metode diet yang mengabaikan sinyal lapar alami tubuh tanpa pengawasan medis profesional. Keseimbangan nutrisi sangat diperlukan agar penurunan berat badan tidak mengorbankan kesehatan jangka panjang dan fungsi metabolisme tubuh.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)