Fasilitas Minyak AS di Irak Jadi Sasaran Serangan Drone

7 March 2026 17:54

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah rentetan serangan drone menghantam sejumlah fasilitas vital milik Amerika Serikat di Irak pada Jumat malam, 6 Maret 2026. Serangan tersebut menyasar infrastruktur energi dan ladang minyak yang tersebar di wilayah Irak bagian Utara maupun Selatan.

Di wilayah Irak Selatan, otoritas setempat melaporkan drone menyasar terminal kargo di sebuah bandara di Provinsi Basra. Sementara itu, serangan di Irak Utara menghantam kompleks minyak Burjesia, yang merupakan pusat infrastruktur dan fasilitas energi milik Amerika Serikat.

Pesawat nirawak juga dilaporkan menargetkan kompleks perumahan yang difungsikan sebagai kantor dan gudang perusahaan minyak asing. Akibat serangan ini, kebakaran besar dilaporkan terjadi di lokasi tersebut. 
 

Baca juga: Mengenal Kapal Induk Drone Iran yang Bisa Luncurkan UAV dari Laut

Selain fasilitas energi, serangan juga diarahkan ke ibu kota Kurdistan Irak, Erbil. Hotel Erbil Arjaan by Rotana di kota tersebut menjadi target serangan drone. Meski sistem pertahanan berhasil menghalau, namun serangan ini tetap mengakibatkan kebakaran dan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut. Selain itu, asal-usul atau pihak yang bertanggung jawab di balik serangan drone ini masih belum diketahui.

Namun, para analis menilai bahwa rentetan serangan ini menjadi tanda nyata bahwa gejolak di Timur Tengah telah meluas. Fasilitas-fasilitas yang berafiliasi dengan Amerika Serikat kini menjadi sasaran utama di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)