Anggota Komisi I: Mundurnya Kabais Jadi Sinyal Reformasi dan Akuntabilitas

Nadia Ayu Soraya • 27 March 2026 08:08

Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai, langkah pengunduran diri Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo di tengah polemik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, perlu dilihat sebagai bagian dari mekanisme tanggung jawab dalam sistem institusi negara.

Amelia menyebut, langkah ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik terhadap lembaga strategis layaknya BAIS TNI. Menurutnya, sebagai institusi intelijen BAIS TNI memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas nasional.

Oleh karena itu, setiap dinamika yang terjadi harus dijadikan momentum untuk memperkuat tata Kelola, mempertegas standar operasional, serta memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip demokrasi.

Ia pun menegaskan, pengunduran diri ini menunjukkan mekanisme internal tetap berjalan dan institusi tidak menutup diri terhadap evaluasi. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa reformasi di sektor keamanan, termasuk intelijen, terus bergerak menuju sistem yang lebih akuntabel dan transparan.  Ia pun menekankan pentingnya proses klarifikasi dan penelusuran fakta secara objektif dan profesional guna memberikan kepastian hukum serta menjaga kredibilitas institusi di mata publik. Penguatan pengawasan dan sinergi antarlembaga juga dinilai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Ia mengingatkan, negara harus memiliki komitmen kuat untuk melindungi seluruh warga negara termasuk aktivis dan masyarakat sipil serta memastikan stabilitas keamanan nasional berjalan seiring dengan perlindungan hak-hak sipil.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)