Lahan Pertanian Kering dan Warga Kesulitan Air Bersih

Kemarau, Sawah di Cibarusah Kering Kerontang

26 August 2026 09:47

Musim kemarau ekstrem memicu krisis air bersih dan ancaman krisis pangan. Di Kecamatan Cibarusah, Kabutaen Bekasi, Jawa Barat, hamparan luas lahan pertanian kini tampak retak-retak dan kering kerontang akibat tidak mendapat pasokan air sejak sebulan terakhir.

Kondisi kekeringan parah ini dirasakan langsung oleh Echi dan warga sekitar. Bagi mereka, musim kemarau panjang kali ini terasa jauh lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Akibat sumur dan sumber air warga yang menyusut, mereka terpaksa harus mengambil air dari sisa-sisa aliran sungai yang kian mengering demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Krisis air di wilayah ini disebut sudah berlangsung sejak Juni 2026. 
 


Perjuangan berat demi menyambung hidup di tengah terik kemarau juga dirasakan oleh Suaeni, seorang peternak lokal. Ia menceritakan betapa sulitnya mencari pakan hijau dan sumber air bagi hewan ternaknya. Demi merawat ternak kesayangannya, jarak tempuh yang sangat jauh harus ia lalui setiap hari meski cucuran peluh terus membasahi tubuhnya.

"Susah, susah banget itu cari rumput, cari air. Ngangonnya saya jauh dari Bekasi nyampe bilangan Bogor cari air. Jauh, sangat jauh, tau berapa kilo itu," keluh Suaeni dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena kekeringan ini terjadi menjelang puncak musim kemarau 2026. Lebih dari 76,5 persen wilayah Indonesia kini dilanda kemarau panjang yang semakin diperparah oleh dampak fenomena iklim El Nino sehingga membuat kondisi udara dan lingkungan kian kering.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X