5 October 2026 20:07
Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Depok, Ario Galih Maduseno, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka menyusul beredarnya video viral terkait dugaan peredaran atau penyalahgunaan narkotika di dalam rutan. Pihak manajemen rutan menegaskan komitmennya untuk bersikap transparan serta responsif dalam menindak siapa pun yang terbukti terlibat.
“Kami menyampaikan terima kasih atas evaluasi dari masyarakat dan sekaligus permohonan maaf terhadap masih adanya kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kami. Kami berkomitmen akan membenahinya menjadi lebih baik. Kami juga berjanji untuk transparan dan responsif, siapapun yang terbukti terlibat melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” kata Ario Galih Maduseno, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini, Metro TV, Senin, 5 Oktober 2026.
Ario menyatakan, bahwa pihaknya menyambut baik evaluasi dan kritik dari masyarakat sebagai bahan pembenahan internal. Meski baru mengemban amanah selama satu bulan, pihak rutan mengaku terus menggalakkan penguatan personel serta razia berkala maupun insidental di area tahanan.
“Saya di sini menjabat satu bulan, jadi kami baru mendapatkan amanah baru. Tentunya dalam satu bulan kami menjabat ini, kami tetap melaksanakan penguatan kepada seluruh personel, juga melaksanakan razia baik insidentil maupun rutin.“ ucap Ario.