7 October 2026 21:25
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) secara resmi mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus teror dan penganiayaan yang menimpa Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2026, Hafidz Hernanda.
Hafidz, yang akrab disapa Bapis, saat ini masih dalam masa pemulihan usai menderita cedera kepala, lebam di wajah, luka robek di bibir, serta lecet di area punggung dan kaki. Bapis menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal pada Minggu 4 Oktober 2026 sekitar pukul 23.50 WIB di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, saat perjalanan pulang usai melakukan konsolidasi aksi.
BEM UI telah melaporkan insiden berdarah ini ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 6 Oktober dengan delik pencurian disertai kekerasan di jalan umum, penganiayaan terencana, serta pengancaman. Sejumlah barang bukti diserahkan, termasuk rekam medis forensik dari RS Tebet dan RS UI.
Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, menyatakan pihaknya mengutuk keras insiden kekerasan yang berujung pada percobaan pembunuhan tersebut.
"Kami BEM UI mengutuk keras tindakan penganiayaan hingga percobaan kekerasan yang menimpa kawan kami. Kami mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus teror ini secara tegas, imparsial, dan diselesaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya," tegas Fathimah dikutip dari Primetime News, Metro TV, Rabu 7 Oktober 2026.