Jakarta: Minum kopi di pagi hari sudah menjadi rutinitas sebagian orang untuk memulai aktivitas. Namun, tidak sedikit yang merasakan efek fisik setelah mengonsumsinya, seperti tangan gemetar (jitters), jantung berdebar kencang, hingga muncul rasa cemas.
Tubuh bergetar setelah minum kopi sering dikaitkan dengan sensitivitas terhadap kafein. Namun, ada beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi respons tubuh, termasuk jumlah kafein yang dikonsumsi dan kebiasaan minum kopi saat perut kosong.
1. Hormon Kortisol Meningkat pada Pagi Hari
Saat bangun tidur, tubuh secara alami mengalami peningkatan kadar kortisol, yang dikenal sebagai Cortisol Awakening Response. Kortisol merupakan hormon yang membantu tubuh merespons berbagai kondisi, termasuk stres. Pada saat yang sama, kafein dapat merangsang sistem saraf pusat. Karena itu, konsumsi kopi pada pagi hari dapat memengaruhi respons tubuh, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Meski demikian, kondisi perut kosong tidak serta-merta membuat kafein diserap lebih cepat pada setiap orang atau menjadi penyebab langsung tubuh bergetar.
2. Kafein Dapat Memicu Jantung Berdebar dan Tangan Gemetar
Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga tubuh menjadi lebih waspada. Pada sebagian orang, efek ini dapat menimbulkan respons fisik, seperti:
- Jantung berdebar atau denyut jantung meningkat.
- Tangan gemetar.
- Merasa gelisah atau cemas.
- Sulit merasa rileks.
Efek tersebut dapat dipengaruhi oleh jumlah
kafein yang dikonsumsi dan tingkat sensitivitas seseorang terhadap kafein.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition Research pada 2008 meneliti efek konsumsi kopi dan tekanan mental terhadap denyut jantung serta tekanan darah. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi konsumsi kopi dan tugas yang memicu stres dapat memengaruhi respons kardiovaskular tubuh.
3. Bagaimana Cara Mengurangi Efeknya?
Untuk mengurangi kemungkinan munculnya efek samping setelah minum
kopi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Batasi konsumsi kafein. Perhatikan jumlah kopi yang diminum dan respons tubuh setelah mengonsumsinya.
- Coba makan terlebih dahulu. Jika kopi saat perut kosong membuat tubuh tidak nyaman, cobalah mengonsumsi makanan sebelum minum kopi.
- Hindari tambahan kafein berlebihan. Perhatikan sumber kafein lain yang dikonsumsi sepanjang hari.
Nah, tubuh bergetar setelah minum kopi tidak selalu berarti tubuh tidak kuat terhadap
kafein. Jumlah kopi, sensitivitas tubuh, dan kondisi saat mengonsumsinya dapat memengaruhi respons tersebut. Jika jantung berdebar atau gemetar terasa berat, berlangsung lama, atau disertai nyeri dada maupun sesak napas, segera cari pertolongan medis.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)